Akibat Jalan Rusak Truk Terperosok Masuk Jurang di Sukabumi

Jumat, 13 Desember 2019 - 22:52 WIB
Akibat Jalan Rusak Truk Terperosok Masuk Jurang di Sukabumi
Akibat Jalan Rusak Truk Terperosok Masuk Jurang di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Kecelakaan tunggal menimpa Truk yang jatuh terperosok kedalam jurang, di jalan penghubung antar Desa di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

Insiden yang menimpa Dumtruk berwarna putih bernopol F 1387 FE terjadi dikawasan Kampung Tarisi, Desa Cidadap perbatasan Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, sekira pukul 15.30 WIB sore tadi, Jumat (13/12/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun TatarSukabumi.ID, truk nahas dikemudikan Iday (26) bersama rekannya Ilham (15).

Tidak ada korban jiwa dalam laka tunggal ini namun Iday sempat mengalami shock sementara Ilham mengalami luka ringan pada bagian kaki hingga dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Iday mengaku tengah membawa muatan batu menuju arah Desa Cibuntu, "Mau ke Cibuntu bawa beskos (material urugan/berangkal) untuk menutupi jalan berlubang di wilayah Cibuntu," jelas Iday.

BACA JUGA : Bus Tabrak Pohon di Palabuhanratu Sukabumi, Kaca Depan Hancur Penumpang Nyaris Terjepit

Sementara itu,  Jula tokoh masyarakat Desa Cibuntu mengatakan jika kecelakaan dipicu akibat kondisi kemiringan jalan ditambah tanah yang labil akibat hujan.

"Sopir tidak dapat mengendalikan truk, bagian ban sebelah kanan terperosok hingga masuk ke jurang, dalamnya kurang lebih lima meter," jelas Jula, Jumat (13/12).

Masih kata Jula, jalan penghubung 3 desa ini cukup rawan bagi kendaraan, ditambah musim penghujan mengakibatkan jalan cukup licin.

BACA JUGA : 75 Persen Warga Kota Sukabumi Terlibat Riba, Hati-hati! Peminjam Rentenir di Sukabumi Bisa Kena Pasal Tipiring

"Jalan ini merupakan penghubung desa Cidadap, Cibuntu, hingga desa Mekar Asih, kondisinya rusak parah sudah belasan tahun.

"Kami mohon pemerintah terkait secepatnya bisa memperbaiki jalan ini, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi," pinta Jula.

Hingga malam ini, kendaraan masih belum bergerak dari posisi semula, menunggu alat berat untuk bisa dievakuasi.(*)