Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

Rabu, 07 April 2021 - 10:09 WIB
Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi
Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

TatarSukabumi.ID -  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo cabut surat telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021.

Dalam surat telegram (ST) yang terbit pada Senin 5 April lalu mengisyaratkan larangan media menyiarkan tindakan arogansi aparat.

Setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat akhirnya pencabutan atas Surat Telegram (ST) sebelumnya dilakukan dengan terbitnya Surat telegram nomor ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021, pada Selasa (6/5) kemarin.

BACA JUGA : Sejarah Besar Pengadilan Negeri Cibadak Sukabumi Berani Putuskan Hukuman Mati 13 Terdakwa Sabu

Kapolri menjelaskan, niat dan semangat dari terbitnya ST awal adalah agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan dan menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Berdasarkan hal tersebut, Kapolri instruksikan agar seluruh personel kepolisian tetap bertindak tegas tapi juga mengedepankan sisi humanis dalam menegakan hukum di masyarakat.

"Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis. Namun kami lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan, oleh karena tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan," kata Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin, seperti dikutip TatarSukabumi.ID dari PAUR Humas Polres Sukabumi, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA : Pengedar Tramadol dan Hexymer Itu Ditangkap Polisi di Sagaranten Sukabumi

Gerak-gerik perilaku anggota kepolisian disorot berbagai kalangan, sehingga Sigit ingatkan, satu perbuatan arogan oknum polisi dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berusaha menuju untuk lebih baik dan profesional.

Halaman Selanjutnya >>>>

SUKABUMI TERKINI