Pengedar Tramadol dan Hexymer Itu Ditangkap Polisi di Sagaranten Sukabumi

Selasa, 06 April 2021 - 19:14 WIB
Pengedar Tramadol dan Hexymer Itu Ditangkap Polisi di Sagaranten Sukabumi
Pengedar Tramadol dan Hexymer Itu Ditangkap Polisi di Sagaranten Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota tangkap remaja berinisial Y usia 21 tahun, yang diduga sebagai pengedar obat terlarang.

Pria ini ditangkap Polisi didepan warung milik warga di jalan Puncak Kalong Desa. Curugluhur Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Senin (05/04/2021) tadi malam.

Dari tangan Y, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ratusan butir obat-obatan berbahaya tanpa izin edar, antara lain 417 butir obat jenis Tramadol HCI dan 22 butir Hexymer.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit telepon genggam yang diduga sebagai sarana Pelaku dalam menjalankan bisnis haramnya dan sebuah tas selempang dengan uang hasil penjualan obat sebesar 70 ribu rupiah.

BACA JUGA : Majelis Hakim Ketuk Palu Hukuman Mati Terdakwa Kasus Sabu di Sukaraja Sukabumi

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP MA’ruf Murdianto kepada awak media menyebut, penangkapan terhadap Y merupakan hasil pengembangan jajarannya, setelah sebelumnya unit Patroli Polsek Baros Polres Sukabumi Kota amankan A atas kepemilikan obat jenis Tramadol di depan Terminal Baros, Jalan Lingkar Selatan Baros Kota Sukabumi, pada Minggu malam (4/4).

Dalam pemeriksaan Petugas, A mengaku mendapat obat berbahaya tanpa izin edar tersebut dari remaja berinisial Y.

“Penangkapan terhadap Y ini berawal dari A yang sebelumnya sempat diamankan Polsek Baros pada Minggu malam. Selanjutnya Kami melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil menangkap Y dengan barang bukti ratusan butir obat-obatan berbahaya di Sagaranten Sukabumi,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota AKP Ma’ruf Murdianto, Selasa (06/04/2021).

BACA JUGA : Identitas Mayat Wanita di Sungai Citatih Cibadak Mulai Terkuak

Dalam kasus ini, Y terancam dijerat dengan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Subsider Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2), Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Lebih jauh Ma’ruf menegaskan, Jajarannya masih terus akan melakukan pengembangan kasus ini untuk memutus dan mencegah peredaran obat-obatan berbahaya masuk ke wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

"Sesuai dengan atensi pimpinan, kami akan terus konsisten melakukan pengembangan tindakan tegas terhadap kasus penyalahgunaan obat-obatan berbahaya tanpa izin edar ini, sehingga bisa memutus dan mencegah peredarannya di wilayah," tegasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI