Gelombang Tinggi Air Laut Meluap di Palabuhanratu Sukabumi

Senin, 01 Maret 2021 - 20:35 WIB
Gelombang Tinggi Air Laut Meluap di Palabuhanratu Sukabumi
Gelombang Tinggi Air Laut Meluap di Palabuhanratu Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Gelombang tinggi laut mengakibatkan pasang hingga sejumlah warung di kawasan wisata Pesisir Pantai Citepus, Palabuhanratu, Sukabumi terkena imbas.

Air laut meluap sekitar pukul 20.30 WIB pada Minggu (28/2) malam kemarin, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah barang milik pedagang di pinggir Pantai.

Kepala Operasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Balawista (Life Guard) Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Saepuloh kepada TatarSukabumi.ID mengatakan, terjangan air pasang berdampak pada  meja, jursi, dan barang-barang lain milik pedagang berhamburan.

"Sampai saat ini belum ada dampak kerusakan parah terhadap fasilitas dan warung warga di sekitar pesisir pantai, cuma barang-barang milik pedagang warung seperti meja, kursi, dan barang-barang lain sempat berhamburan," kata Asep, Senin (1/3/2021).

BACA JUGA : Nakhoda Meninggal Dunia Sementara Perahu Nyaris Karam Dievakuasi SAR

Jajaran Balawista sejak malam hingga siang tadi terus melakukan patroli pemantauan dikhawatirkan terjadi pasang susulan.

"Kami juga melakukan patroli dan memberi imbauan khususnya kepada wisatawan dan masyarakat untuk tetap waspada," tukasnya.

Masih kata Asep Edom, dalam kondisi cuaca ekstrem potensi tinggi gelombang bisa mencapai 3 meter bahkan bisa lebih mengingat di perairan Pantai Citepus  tidak ada tanggul penahan ombak.

"Semoga saja tidak berdampak lebih parah. Saat ini hanya kursi dan meja yang kena ombak, tapi tidak sampai menimbulkan kerusakan," pungkasnya.

BACA JUGA  : Marwan Hamami Dilantik Jadi Bupati Seperti Ini Agenda Rotasi Mutasi Pejabat Teras Sukabumi

Gelombang pasang juga terjadi pagi tadi di kawasan objek wisata yang terkenal dengan sebutan Pantai Twenty.

Kawasan wisata yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Ibukota Palabuhanratu ini tepatnya di Jalan Rawa Kalong, Kampung Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, sempat diterjang pasang.

"Ya terjadi juga Banjir di pantai wisata Twenty sekira pukul  9:24 WIB, tapi tidak lama, cuma berkisar 20 menit, dan tidak menimbulkan kerusakan, untung disini lagi sepi pengunjung," ujar Khalil Gantiana, Nelayan sekitar pemilik Pagang (Bagan) Apung.

"Kebetulan Saya melihat pagang, takut terseret air pasang, karena pagang-nya berada dipinggir kawasan perairan patuguran pantai Twenty kebetulan kita lagi target ikan teri jadi posisi pagang tidak terlalu tengah lautan," terangnya.(*)

SUKABUMI TERKINI