Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi Kekurangan Air Baku Dibutuhkan Water Treatment

Senin, 08 Februari 2021 - 20:05 WIB
Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi Kekurangan Air Baku Dibutuhkan Water Treatment
Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi Kekurangan Air Baku Dibutuhkan Water Treatment

TatarSukabumi.ID - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM-TJM) bahas kerjasama pembangunan water treatment.

Kerjasama ini dibangun melibatkan Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Perumda Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi dan Tirta Jabar Provinsi Jawa Barat.

Hal ini diungkap Direktur Umum Perumda Tirta Jaya Mandiri, Kamaludin Zen, kepada TatarSukabumi.ID di Gedung Pendopo Sukabumi belum lama ini.

Masih kata Dia, pembahasan kerjasama pembangunan water treatment Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Cimandiri dilakukan guna memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi.

"Isunya karena memang di lokal Kota dan Kabupaten Sukabumi itu kekurangan air baku.

"Jadi Tirta Jabar akan membangun water treatment untuk pelayanan di Kota dan Kabupaten Sukabumi," ujar Kamaludin Zen kepada TatarSukabumi.ID.

BACA JUGA : Dugaan Kasus Pemotongan Bantuan Covid-19 di Desa Sukamulya Cikembar, Marwan Hamami : Kalau Memang Kejadian Keterlaluan

Lebih jauh Zen menyebut, agenda pembahasan pembangunan water treatment masih dalam tahap awal.

"Kita baru survey pra FS membuat FS sampai ke perencanaan, nanti setelah itu ditindaklanjuti dengan teknis," tukasnya.

Menurut Zen, Perumda AM TJM merespon positif program ini mengingat kebutuhan air baku setiap tahunnya terus meningkat.

"Karena memang kita memerlukan air, mereka ada dana, untuk teknis bentuk kerjasama regionalnya akan dibahas setelah tahap awal ini," terangnya.

BACA JUGA : Pilot Project Closed Loops Budidaya Cabai Pemkab Sukabumi dan Kementrian

Masih kata Zen, saat ini tengah dilakukan optimalisasi SPAM yang di wilayah Cikembar dari anggaran bantuan Bank Dunia.

Proyek tersebut untuk mengcover pelayanan bagi pelanggan khususnya di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi.

"Akhir pelaksanaannya dua tahun untuk
nominal anggaran saya kurang tahu karena itu mereka yang mengerjakan, kita hanya menjadi penerima manfaat, jadi terima jadi fisik saja," kata Zen.

"Nantinya setelah selesai serah terimanya ke Pemda, lalu dari Pemda diserahkan ke Kita (Perumda)." tandasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI