Fakta Terkait Kasus Dugaan Korupsi Salah Satu Kades di Sukabumi

Jumat, 22 Januari 2021 - 14:17 WIB
Fakta Terkait Kasus Dugaan Korupsi Salah Satu Kades di Sukabumi
Fakta Terkait Kasus Dugaan Korupsi Salah Satu Kades di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Aktivis  Penyelamat Uang Negara Republik Indonesia (Gapura-RI) melaporkan Kepala Desa Mandrajaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi atas dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Hal ini diungkap Ketua Divisi Pelayanan Publik LSM GAPURA-RI, Nurdianto kepada TatarSukabumi.ID, Jumat (22/1/2020).

Bukan tanpa alasan, Nurdianto mengaku melaporkan Kepala Desa ke Kejari atas dasar desakan Masyarakat warga Desa Mandrajaya.

“Benar, awal mula yang mengadukan ke kantor LSM Gapura-RI itu adalah warga masyarakat Desa Mandrajaya yang berkali-kali mendatangi kantor kami," kata Nurdianto.

"Kemudian tim kami LSM GAPURA turun ke tengah masyarakat Mandrajaya untuk melakukan pendalaman atas aduan masyarakat tersebut," sambung Dia.

"Setelah lengkap fakta dan bukti, maka kami menginformasikan hal ini ke institusi Kejaksaan Negeri Cibadak dalam bentuk laporan hukum," beber Nurdianto, Jumat (22/1).

BACA JUGA : BPEK PDIP Kabupaten Sukabumi Ciptakan Ekonomi Kerakyatan Berdaya Saing Internasional

Disinggung lebih jauh terkait substansi dugaan kasus korupsi yang telah dilaporkan ke Kejari, Ketua Divisi Pelayanan Publik LSM Gapura-RI angkat suara.

"Ada beberapa pembangunan fisik yang terbengkelai dan beberapa program pemberdayaan masyarakat desa yang diduga fiktif.

"Selama 3 tahun terakhir (2018 - 2020), untuk kerugian uang negara diperkirakan mencapai ratusan juta. Namun Kami tidak bisa menyebut pasti nilai kerugian itu, karena itu wewenang penyelidikan dan penyidikan penegak hukum," tukasnya.

BACA JUGA : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Tinjau Ratusan Warga Korban Bencana Pergerakan Tanah Gegerbitung

Ditempat terpisah, Kepala Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Agustina Abdul Hasanudin, kepada TatarSukabumi.ID memastikan tudingan kasus korupsi yang disangkakan kepada dirinya tidak benar.

Lebih jauh, Agustina cukup menyayangkan dengan pemberitaan sejumlah media yang dinilai sepihak tanpa memberikan kesempatan kepada dirinya untuk angkat suara atas kasus ini.

"Saya menanggapi berita tersebut tidak seimbang, karena tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada Saya yang did
dugakan oleh terlapor.

"Dan selanjutnya apa yang dilaporkan juga (oleh Gapura) tidak jelas," ungkap Agustina.

BACA JUGA : DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Tangan Permasalahan Pembangunan Puluhan Hektare Perusahaan Peternakan Ayam di Gegerbitung

Masih kata Dia, terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa tahun 2018 dan 2019 yang disangkakan kepada dirinya, Agustina menyebut hal itu tidak benar.

Pasalnya, sambung Kades, Pemerintah Desa Mandrajaya telah melaksanakan seluruh laporan pertanggung jawaban anggaran Desa setiap tahunnya kepada Dinas terkait, bahkan telah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Sukabumi dengan hasil pemeriksaan tidak ada dugaan penyimpangan.

"Bahwa tahun 2018 dan 2019 sudah dilakukan pemeriksaan reguler oleh Inspektorat dan memang di tahun 2020 belum ada pemeriksaan (inspektorat) karena memang ada beberapa perubahan karena pandemi Covid-19," jelas Agustina.

Selanjutnya Agustina akan mengambil langkah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi terkait permasalahan ini.

"Saya akan mengikuti prosedur, Saya akan konfirmasi ke Kejaksaan, Saya juga ingin tahu apa sih yang di dugakan, adapun data data menyangkut anggaran Pemerintahan (Desa) akan Kami siapkan dan akan kami pertanggung jawabkan," jelasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI