Trend Positif Investasi Sukabumi 2020 Tembus Hingga 80 Persen

Kamis, 26 November 2020 - 20:47 WIB
Trend Positif Investasi Sukabumi 2020 Tembus Hingga 80 Persen
Trend Positif Investasi Sukabumi 2020 Tembus Hingga 80 Persen

TatarSukabumi.ID - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat melaksanakan rapat konsolidasi data realisasi investasi, melibatkan Kota/Kabupaten se-wilayah I Bogor di Hotel Horison Sukabumi, Kamis (26/11/2020).

Membuka acara, R.Gani Muhamad, Pjs Bupati Sukabumi menyebut bahwa realisasi investasi di Kabupaten Sukabumi tahun 2020 mencapai angka 80,11 persen, baik dari sektor penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

"Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan target investasi 2020 dan Sampai triwulan III, capaian realisasinya sudah di angka 80,11 persen," ungkap Gani Muhamad, Kamis (26/11).

BACA JUGA : Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Permudah Urus KTP dan Dokumen Kependudukan

Dengan capaian tersebut, nilai investasi di Kabupaten Sukabumi masih menunjukan trend positif meski ditengah pandemi.

"Kita patut bersyukur, namun tetap harus bekerja ekstra untuk mencari strategi dan inovasi dalam mempromosikan investasi di daerah. Sehingga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Sukabumi," jelas Gani.

Pjs Bupati Sukabumi berharap rapat koordinasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini bisa menghasilkan rumusan kebijakan.

"Khususnya kebijakan urusan pemerintah bidang penanaman modal yang berpihak pada iklim investasi kondusif, terutama bagi terciptanya berbagai lapangan kerja baru," ungkapnya.

BACA JUGA : Masyarakat Keluhkan Gas Elpiji Bersubsidi di Sukabumi Langka

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Ningsih menyatakan rapat ini lebih fokus membahas isu terkini investasi di setiap daerah sehingga rakor tingkat provinsi ini di bagi menjadi per wilayah.

"Jadi dalam rapat ini, membahas realisasi investasi dan isu terkini di wilayah masing masing. Jadi semuanya bisa didiskusikan dan memberikan masukan dalam rapat ini," terangnya.

Noneng menyebut realisasi investasi Jawa Barat, tertinggi di Indonesia. Bahkan, berkontribusi terhadap ekonomi nasional.

Halaman Selanjutnya >>>>