BMKG Ungkap Fakta Gempa Izmir Turki 7.0

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:44 WIB
BMKG Ungkap Fakta Gempa Izmir Turki 7.0
BMKG Ungkap Fakta Gempa Izmir Turki 7.0

TatarSukabumi.ID - Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Provinsi Izmir, Turki, pada Jumat (30/10/2020) kemarin.

Gempa yang berpusat di Laut Aegean itu terasa hingga Athena (ibu kota Yunani) dan Istanbul (salah satu kota terbesar di Turki).

Tidak hanya guncangan gempa, gelombang Tsunami kecil juga sampat muncul di Serifihisar kota bagian barat daya Izmir.

Dilansir dari CNN.com, Sabtu (31/10) sedikitnya 26 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain korban meninggal dunia, peristiwa itu juga menyebabkan sedikitnya 804 orang mengalami luka.

Walikota setempat Tunc Soyer, menyatakan dampak gempa menghancurkan sedikitnya 20 bangunan yang hingga saat ini terdata.

Sejak gempa pertama, tercatat terjadi 196 gempa susulan, dengan 23 Gempa diantaranya berkekuatan lebih dari 4,0 SR.

BACA JUGA : Update Terkini Korban Amukan Puting Beliung di Sukabumi 92 Rumah Rusak

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dr Daryono kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan sejumlah fakta mengenai gempa berkekuatan 7,0 magnitudo yang mengguncang Turki kemarin.

"Gempa ini terjadi pada siang hari pada pukul 13.51 waktu setempat, Guncangan gempa ini dirasakan dalam wilayah yang luas seperti di Turki, Yunani, Bulgaria dan Makedonia Utara," ujar Dr Daryono, Sabtu (31/10).

Lebih jauh Daryono mengatakan, puluhan  korban meninggal dunia akibat rusaknya bangunan rumah, bahkan gedung bertingkat di wilayah Izmir Turki juga mengalami kerusakan hingga roboh.

"Untuk Episenter gempa ini terletak di Laut Aegean, tepatnya berada pada jarak 17 kilometer dari pesisir barat Turki," kata Daryono.

BACA JUGA : Dramatis Jual Motor COD di Facebook Berujung Ditangkap Polisi

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Indonesia menyatakan jika mekanisme sumber gempa patahan atau sesar memiliki pergerakan turun (normal fault) dan Gempa ini dipicu oleh adanya aktivitas Sesar Sisam (Sisam Fault), Sesar aktif yang memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault) dengan panjang jalur Sesar sekitar 30 kilometer.

"Hingga saat ini sudah terjadi lebih dari 100 aktivitas gempa susulan (aftershocks) sejak terjadinya gempa utama (mainshock) dengan magnitudo terbesar 5,1," ujar Daryono.

"Sesar Sisam dekat Pulau Samos ini pecah dekat Menderes Graben, wilayah dengan sejarah panjang gempa dengan sesar turun (normal fault) Karena mekanisme patahannya yang bergerak turun dan hiposenter gempanya sangat dangkal hanya sekitar 6 kilometer maka wajar jika gempa ini memicu terjadinya tsunami" sambung Dia.

Kejadian tsunami akibat gempa ini didokumentasikan oleh banyak alat pengukur pasang surut dan saksi mata di beberapa pulau di Yunani dan pantai di Turki.

Halaman Selanjutnya >>>>