Gelombang Tinggi Laut Hantam Kapal 2 Nelayan Tenggelam di Perairan Cibuni Tegalbuleud

Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:00 WIB
Gelombang Tinggi Laut Hantam Kapal 2 Nelayan Tenggelam di Perairan Cibuni Tegalbuleud
Gelombang Tinggi Laut Hantam Kapal 2 Nelayan Tenggelam di Perairan Cibuni Tegalbuleud

TatarSukabumi.ID - Operasi SAR Nelayan tenggelam di Perairan Muara Cibuni Tegalbuleud - Sukabumi masih terus di lakukan, Jumat (30/10/2020).

Ketua SARDa Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri menyebut laporan kecelakaan laut diterima Tagana (Tim Tanggap Bencana) pukul 05.00 WIB dini hari tadi.

"Kami menerima info tadi pagi, perahu jenis Congkreng dengan 2 orang nelayan di hantam gelombang tinggi laut di perairan Tegalbuleud pukul 19.30 WIB tadi malam," ujar Okih, Jumat (30/10).

BACA JUGA : 61 Rumah Masjid dan Sekolah di Kabandungan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

"Kedua nelayan terhempas dari perahu sementara perahu nya terbalik, 1Korban berhasil selamat atas nama Sobana (43) warga Kampung Citamiang Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, sedangkan temannya hilang tenggelam," jelas Okih.

Seorang nelayan yang saat ini masih dalam proses pencarian merupakan Buhiri (60) warga Bojonggaling, Kecamatan Palabuhanratu.

Ditempat terpisah Bripka Ade Anggota Pol Air Polres Sukabumi kepada TatarSukabumi.ID membenarkan insiden ini.

Bripka Ade membeberkan, perahu jenis fiber berkekuatan 15 PK dengan nama ND Putra berlayar dari dermaga Ujunggenteng untuk menangkap ikan di perairan Cibuni Tengah.

"Perahu di hantam gelombang tinggi hingga perahu terbalik," ungkapnya.

BACA JUGA : 3 Lampu Mercusuar Ujunggenteng Mati Kapal Asal Banten Terdampar

Di lokasi pencarian korban, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK menyatakan proses pencarian hingga sore ini masih nihil.

"Tim SAR gabungan bergerak dari sejak menerima info kecelakaan, dan pencarian sampai saat ini belum membuahkan hasil.

"Pelaut yang masih belum ditemukan merupakan Tekong (Nahkoda*sunda) , untuk Perahu telah berhasil ditemukan dalam keadaan rusak bersama 1 orang ABK," terang Asep JK.

Pencarian korban dilakukan melibatkan  berbagai unsur, diantaranya SARDa Tegalbuleud, Surade, Tagana Tegalbuleud, SAR RAPI Wil 08, Potensi SAR setempat, Pol air Polres Sukabumi, dan Muspika Kecamatan Tegalbuleud, dan warga nelayan sekitar.(*)