Berburu Belalang Hingga Cara Pengolahan Harganya 2 Kali Lipat Daging Ayam

Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:59 WIB
Berburu Belalang Hingga Cara Pengolahan Harganya 2 Kali Lipat Daging Ayam
Berburu Belalang Hingga Cara Pengolahan Harganya 2 Kali Lipat Daging Ayam

TatarSukabumi.ID - Dalam sepekan terakhir sejumlah warga masyarakat Desa Sidamulya panen serangga belalang.

Setiap musim hujan datang atau pasca panen padi di musim tanam kedua, kawanan Belalang (simeut *Sunda) menyerang sawah, ladang atau tegalan bekas Huma (tanaman padi darat).

Sisa tanaman panen menjadi daya tarik untuk Belalang.

Serangan Belalang ini tidak menjadi petaka, bagi sebagian warga Pajampangan Sukabumi, kehadiran serangga ini justru di tunggu.

Sejumlah masyarakat sengaja berburu serangga yang mengandung protein tinggi ini untuk dijadikan sebagai bahan konsumsi yang tidak asing lagi bagi warga yakni Simeut goreng renyah.

BACA JUGA : Realisasi Bantuan Pembangunan Rutilahu di Cikembar Sukabumi Belum Dilaksanakan

Menelisik perburuan Belalang warga Desa Sidamulya Ciemas, Hermawan salah seorang pemburu mengaku  nyaris setiap malam di musim seperti ini berburu Simeut.

Warga setempat menyebut Ngobor sebagai istilah berburu Simeut di malam hari dengan alat sederhana berupa senter.

"Warga berburu Simeut hingga ke hutan Suaka Marga Satwa Cikepuh, Ciemas. Di wilayah dekat perkampungan sudah jarang, biasanya mati kena semprot pestisida.

Simeut  banyak ditemukan di lahan kosong tegalan bekas Huma, biasanya di pohon Nampong dan pohon lain yang di sukai serangga," ujar Hermawan.

BACA JUGA : Tim Rescue Damkar Evakuasi Jenazah Dalam Sumur di Cidahu Sukabumi

Hermawan mengaku, berburu Belalang tidak sendiri dengan rata rata hasil tangkapan 1 hingga 2 kilogram serangga yang bila di konsumsi rasanya seperti udang.

"Kemarin bareng 5 orang rekan berburu Simeut di Cikepuh, mulai Ngobor pukul 18.00 hingga pukul 23.00 malam, rata - rata perorang dapat 1 hingga 2 kilogram, jenis Simeut -nya seperti Simeut Dage, Siloar dan lain - lain.

"Saat musim hujan, Simeut naik ke pohon, bila kemarau biasanya pada ngumpet di bawah pohon," jelasnya.

Selain untuk konsumsi pribadi, Hermawan mengaku hasil tangkapannya untuk di jual.

Halaman Selanjutnya >>>>