Warga Sukajaya Tolak Serangan Pajar Pilih Bupati Terbaik Sesuai Hati Nurani

Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:06 WIB
Warga Sukajaya Tolak Serangan Pajar Pilih Bupati Terbaik Sesuai Hati Nurani
Warga Sukajaya Tolak Serangan Pajar Pilih Bupati Terbaik Sesuai Hati Nurani

TatarSukabumi.ID - Dalam penyelenggaran Pemilu maupun Pilkada istilah 'serangan pajar' atau politik memberikan uang/barang untuk memilih atau mengarahkan kepada salah satu calon kerap terjadi.

Menghapus stigma buruk yang terjadi dalam pesta demokrasi, Desa Sukajaya Kecamatan Sukabumi menjadi pelopor sebagai Desa yang menolak politik uang (money politic) di Pemilihan Kepada Daerah Kabupaten Sukabumi yang dalam waktu dekat akan di helat.

Hal ini mendapat respon positif dari Penjabat sementara Bupati Sukabumi R Gani Muhamad serta jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Sukajaya, Deden Gunaefi disela kegiatan pencanangan Desa Anti Money Politic kepada awak media menyatakan pesta demokrasi yang akan di laksanakan 9 Desember 2020 dapat menghasilkan pemimpin pilihan terbaik sesuai hati nurani masyarakat.

"Desa Sukajaya memberi contoh bahwa di wilayah Kami tidak ada money politic, sehingga masyarakat lebih melek, cerdas, dalam memilih pemimpin terbaik sesuai hati nurani tidak asal memilih pemimpin," tegas Deden Gunaefi, Kamis (22/10/2020).

BACA JUGA : Early Warning Potensi Badai La Nina di Sukabumi

Tidak hanya sebatas sosialisasi kepada masyarakat, Pemdes Sukajaya turun langsung memberikan arahan dan edukasi kepada tokoh masyarakat maupun seluruh Ketua RT/RW untuk selanjutnya di sampaikan kepada masyarakat tentang politik bersih dan sehat.

"Kita berharap masyarakat lebih paham bahwa demokrasi ini tujuannya menghasilkan pemimpin yang terbaik sesuai cita serta harapan masyarakat
kabupaten Sukabumi," tandasnya.

Ditempat yang sama Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin meyatakan sikap mendukung upaya yang dilakukan Desa Sukajaya serta imbauan Pjs Bupati Sukabumi.

"Kendati dalam proses mewujudkannya tidaklah mudah. Kami jajaran Apdesi terus berupaya memberi edukasi politik bahwasanya seluruh elemen pemerintah desa bersama warga masyarakat dapat berperan aktif mensukseskan jalannya pemilihan kepala daerah 2020 secara tertib jujur dan adil," kata Deden Deni Wahyudin.

" Yang paling penting adalah dalam proses demokrasi Sukabumi berjalan kondusif, walau berbeda pilihan tetap menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa Indonesia." tegas Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi.(*)