Warga Jampangtengah Akhirnya Bangun Mushala dari Hasil Pertanian dan Pinjaman Lahan

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 02:10 WIB
Warga Jampangtengah Akhirnya Bangun Mushala dari Hasil Pertanian dan Pinjaman Lahan
Warga Jampangtengah Akhirnya Bangun Mushala dari Hasil Pertanian dan Pinjaman Lahan

TatarSukabumi.ID - Akhirnya pembangunan Mushala di Kampung Babakan Tamrin, Cigedang, RT 23 / RW 04. Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah dilakukan secara swadaya masyarakat.

Setelah sebelumnya berbagai cara telah dilakukan oleh 14 Kepala Keluarga untuk membangun Mushola warga dari mengajukan proposal ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi, hingga donatur luar negeri meski harus menggigit jari sebelumnya.

Dihubungi TatarSukabumi, 16/10/2020 Ungkapan tersebut dijelaskan oleh tokoh pemuda setempat, Ade Misja yang akrab disapa Sule.

BACA JUGA : 35 Rutilahu di Desa Kebonmanggu Gunungguruh Dapat Bantuan Program BSPS

"Kami ingin memiliki mushola yang layak, berbagai cara sudah kami tempuh, mulai dari mengajukan proposal ke donatur luar negri (Arab) lalu proposal ke Pemda, namun hasilnya nihil," ujar Sule.

Musyawarah pun dilakukan warga karena tidak kunjung mendapatkan bantuan dari pihak manapun.

"Lalu kami bermusyawarah, akhirnya tercetuslah ide untuk menanam timun yang hasilnya 100% akan di donasikan demi membangun musola, lalu hasil panennya semua di serahkan untuk biaya pembangunan musola," lanjut Ade.

"Sedikitnya 14 Kepala keluarga serta satu jompo warga bahu membahu dari mulai menyiapkan lahan, membersihkan serta membuat bedengan sampai menanam juga menyiram tanaman ( timun) sampai panen dan hasil penjualannya di kumpulkan demi membangun mushola," lanjut Sule.

BACA JUGA : Kondisi Terkini Pasca Kebakaran Kampung Adat Cengkuk Cikakak Sukabumi

"Kebetulan ada warga, wa Marhi yang berkenan meminjamkan sawahnya dan kang Aat bersedia menyuplai kebutuhan tanaman, seperti bibit, pupuk dan kohe, nanti bayarnya setelah panen," Ade mendetailkan.

"Lalu Kami, bahu membahu bekerja mulai dari bikin bedengan, nanam, nyiram, pasang lanjaran sampai akhirnya panen," papar Ade.

Kerja bersama tersebut membuahkan hasil meski belum sepenuhnya untuk membangun Musala.

"Alhamdulillah 10 kali panen kami berhasil mendapatkan uang 14 juta bersih, sedangkan estimasi anggaran untuk pembangunan mushola tersebut sekitar 30 juta," lanjut Sule.

Ade Misja atau Sule kembali mengungkapkan bahwa saat ini warga menemui kendala baru untuk melanjutkan upaya tersebut karena lahan sudah dikembalikan pada pemiliknya.

"Jadi kami masih harus mencari dana sekitar 50% lebih untuk mewujudkan impian kami memilik bangunan mushola yang layak, sedangkan kami sekarang sudah tak bisa lagi menanam Timun, karena tempatnya sudah kita kembalikan ke pemilik lahan untuk di kelola kembali sama pemilik nya,"

BACA JUGA : Banjir Kembali Terjang Cicurug BPBD Ungkap 3 Faktor Penyebabnya

"Alhamdulillah dan kami sangat berterimakasih karena sudah diberikan pinjaman lahan sebelumnya," lanjut Ade Misja mewakili warga.

Perlu diketahui bahwa mushala yang saat ini ada, dirasa sudah tidak layak untuk digunakan sebagi tempat beribadah dan rentan roboh.

"Meski bangunan mushola ini masih bisa digunakan buat anak anak belajar ngaji, juga shalat berjamaah namun jika bukan Ramadhan tiba, musola ini tak sanggup menampung jamaah, jamaah tatawih, kami khawatir roboh jika terlalu penuh," tegas Ade.

BACA JUGA : Kondisi Terkini Pasca Kebakaran Kampung Adat Cengkuk Cikakak Sukabumi

"Warga kembali mengharapkan ada bantuan dari beberapa pihak terutama swasta dan individu mengingat pernah berkomunikasi dengan seseorang ASN untuk mengajukan proposal ke Pemda Kabupaten Sukabumi tapi hasilnya masih nihil," papar Ade.

"Semoga saja ada hamba Allah yang bisa membantu mewujudkan cita cita kami untuk memiliki Musala yang layak di Kampung kami," tutup Ade Misja.