Pengundian Nomor Urut Paslon di Pilkada Sukabumi Terancam Batal Bila Paslon Langgar PKPU 13 tahun 2020

Kamis, 24 September 2020 - 12:37 WIB
Pengundian Nomor Urut Paslon di Pilkada Sukabumi Terancam Batal Bila Paslon Langgar PKPU 13 tahun 2020
Pengundian Nomor Urut Paslon di Pilkada Sukabumi Terancam Batal Bila Paslon Langgar PKPU 13 tahun 2020
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Jelang pelaksanaan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati 2020, KPU-RI terbitkan PKPU nomor 13 Tahun 2020 atas perubahan kedua PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan ditengah situasi bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menindak lanjuti hal tersebut, KPU Kaupaten Sukabumi melakukan rapat koordinasi terbatas dipimpin oleh Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif melibatkan KPU, Bawaslu, TNI/Polri dan LO dari ketiga pasangan calon, Kamis (24/9/2020).

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif menjelaskan, PKPU nomor 13 tahun 2020 resmi dikeluarkan, salah satunya memgatur batas jumlah peserta yang mengikuti pengundian nomor.

"Dalam pasal 55, yang boleh masuk hanya paslon dan satu LO," kata Lukman.

"Kami berharap kepada LO untuk mengkomunikasikan kepada seluruh tim sukses untuk tidak melakukan konvoi, tidak ada titik kumpul dan pengerahan massa karena pihak Kepolisian dan TNI telah di intruksikan untuk bertugas bertindak tegas," tegas Lukman Syarif, Kamis (24/9).

BACA JUGA : Sah! 3 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Siap Bertarung di Pilkada

Ditempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman menyatakan, dalam PKPU 13 telah jelas mengatur dan melarang iring-iringan serta membatasi jumlah yang hadir ditempat pengundian nomor urut.

Ferry menyatakan permohonan kepada tamu yang telah menerima undangan dan izin masuk di tahapan pengundian nomor urut yang rencana awal akan di hadiri oleh 21 orang setiap Paslon.

"Saya minta maaf kepada tamu undangan. Kami membatalkan undangan tersebut, karena sangat jelas larangannya dalam PKPU 13 untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19" ungkap Ferry.

Menguatkan pernyataan Ketua KPU, Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Divisi Teknis Penyelengaraan, Budi Ardiansyah menambahkan, jika pasangan calon melanggar ketetapan dalam PKPU nomor 13 maka KPU Kabupaten Sukabumi dengan terpaksa akan melakukan proses penundaan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut yang rencananya siang ini akan dilangsungkan di Samudera Beach Hotel Palabuhanratu.

"Sampai terjadi kesepakatan dari masing masing pasangan calon akan patuh dan taat terhadap aturan PKPU nomor 13 tahun 2020," ungkap Budi.(*)