Belasungkawa Banjir Bandang Cicurug Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi Minta Kades Waspada

Rabu, 23 September 2020 - 18:51 WIB
Belasungkawa Banjir Bandang Cicurug Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi Minta Kades Waspada
Belasungkawa Banjir Bandang Cicurug Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi Minta Kades Waspada
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi menyatakan belasungkawa atas tragedi bencana banjir bandang yang memporak porandakan 12 Desa di 3 Kecamatan Kabupaten Sukabumi.

Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Cidahu, Cirurug dan Parungkuda pada Senin (21/9) lalu, menyisakan puing reruntuhan bangunan, onggokan kendaraan yang terbawa hanyut hingga menelan 3 korban jiwa.

Ketua DPC Apdesi Kabupaten Sukabumi periode 2020-2025, Deden Deni Wahyudi kepada TatarSukabumi.ID menyatakan rasa duka yang mendalam atas peristiwa ini.

BACA JUGA : Bupati Sukabumi Dorong Percepatan Pembangunan Mulai dari Desa

"Kami seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Apdesi menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang di wilayah Sukabumi Utara," kata Deden.

"Semoga seluruh pihak diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini," sambung Dia.

"Terlebih belasungkawa bagi keluarga korban diberi kesabaran, semoga dengan ini ada hikmahnya bagi kita semua," ujar Deden, Rabu (23/9).

BACA JUGA : Peningkat PAD Kabupaten Sukabumi DPMPTSP Sebut Tren Kesadaran UMKM dan IKM Urus Legalitas Meningkat

Bencana telah berlalu menyisakan duka, atas nama Apdesi, Deden menyatakan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah maupun relawan yang sejak awal hingga saat ini berjibaku, berjuang dalam penanganan korban pasca bencana alam.

"Kami memberi bantuan bukan berupa sembako namun berupa uang, hasil dari donasi partisipasi rekan kepala desa, mudah-mudahan bantuan ini bisa di manfaatkan sebaiknya untuk kebutuhan yang tidak tercover oleh pemerintah desa atau posko," tutur Deden Deni Wahyudi.

Dengan mulai masuk pergantian cuaca, ditambah geografis wilayah Sukabumi yang memiliki potensi bencana tinggi, Deden menghimbau kepada 381 Pemerintahan Desa serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA : Netralitas ASN di Pilkada Sukabumi, Bawaslu Pastikan Ada Sanksi Pidana Bagi Pelanggar

"Kondisi alam tidak terduga, intensitas hujan tinggi disertai angin kencang, penyebab longsor maupun banjir. Selalu waspada dalam mengantisipasi potensi bencana, terus intens melakukan tanggap koordinasi internal dan lintas sektoral guna mempercepat proses penyaluran bantuan dan perbaikan infrastruktur," bebernya.

Sebagai bahan evaluasi tanggap bencana bagi warga masyarakat yang berada di bantaran Sungai, Deden menyebut salah satu penyebab meluapnya air akibat pendangkalan Sungai.

"Harus segera melakukan pengerukan di sekitar aliran sungai, juga harus diusulkan membuat sodetan di bantaran sungai, serta membuat wilayah resapan air dekat kontrol pintu air atau bendungan," jelasnya.(*)