Dampak Amukan Sungai Cicatih di 12 Desa 3 Kecamatan Sukabumi

Selasa, 22 September 2020 - 10:15 WIB
Dampak Amukan Sungai Cicatih di 12 Desa 3 Kecamatan Sukabumi
Dampak Amukan Sungai Cicatih di 12 Desa 3 Kecamatan Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut bencana alam Banjir Bandar menerjang 3 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Senin (21/9/2020) sore kemarin.

Hal itu diungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman kepada awak media di lokasi bencana terjangan air setinggi 6 meter yang menerjang pemukiman warga akibat luapan Sungai Cicatih.

"Yang terdampak ada 3 Kecamatan, meliputi Cidahu, Cicurug, dan Parungkuda.

"Dari 3 Kecamatan ada 12 Desa yang terdampak karena aliran Sungai Cicatih membentang dari Cidahu Cicurug sampai ke Parungkuda," ungkap Maman, Selasa (22/9/2020).

BACA JUGA : Update Terkini Dampak Terjangan Banjir Bandang Cicurug Sukabumi, 2 Korban Meninggal Dunia 1 Dalam Pencarian

Pasca amukan Sungai Cicatih, tim gabungan melibatkan seluruh unsur BPBD, Basarnas, TNI/ Polri, PMI, Relawan dan unsur terkait lainnya terus melakukan evaluasi dan evakuasi di titik bencana.

"Pertama kita akan menolong korban meninggal dunia, hari ini ditemukan korban meninggal 3 orang," jelas Maman.

"Pertama di Cibadak Tenjojaya, lalu di Ciangsana, dan di Desa Kompa Parungkuda," sambung Dia.

"Kemudian berdasarkan laporan, memang masih ada kemungkinan korban korban lain," terangnya.

BACA JUGA : Lansia Warga Cianjur Meninggal Dunia Dalam Bus Damri di Terminal Palabuhanratu Sukabumi

Untuk data rumah yang terdampak, Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi menyebut belum bisa menginventarisir jumlah total bangunan rusak maupun tergerus porak poranda di sapu bah.

"Untuk rumah yang terdampak Kami belum bisa mendata secara keseluruhan. Tapi intinya dari 12 Desa ini pastinya cukup banyak (yang rusak)," ungkap Maman.

Masih kata Maman, saat ini tim gabungan bersama relawan saat ini tengah melakukan evakuasi korban selamat namun kehilangan rumah akibat banjir.

Upaya lainnya adalah melakukan pengangkatan material bangunan runtuh dan puing puing material di lokasi bencana.

"Tim kita bagi untuk menyisir beberapa titik, karena memang titik bencana cukup banyak dan melebar," jelas Maman.(*)