Rumah Janda Tua Tidak Layak Huni di Cibadak itu Nyaris Roboh

Kamis, 20 Agustus 2020 - 19:25 WIB
Rumah Janda Tua Tidak Layak Huni di Cibadak itu Nyaris Roboh
Rumah Janda Tua Tidak Layak Huni di Cibadak itu Nyaris Roboh

TatarSukabumi.ID - Kisah miris menimpa Mak Yayah janda tua usia 68 tahun yang hidup bersama cucunya.

Mak Yayah tinggal menempati rumah bilik berukuran 5 kali 6 meter di Kampung Cikuya RT 01/ RW 05, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Rumah yang berdiri pada sebidang tanah eks HGU PT Tonjojaya ini kondisinya cukup menghawatirkan.

Sebagian Bilik dinding rumah tampak usang menghitam, sejumlah lobang menganga dari dinding bilik bagian atap bocor bahkan bangunan nampak condong nyaris roboh.

BACA JUGA : Korupsi 1,3 Miliar, Seperti Ini Modus Kades Bantargebang Sukabumi Tilep Anggaran

Ditemui TatarSukabumi.ID, Yayah yang kesehariannya hanya bisa duduk di depan rumah mengaku khawatir dengan kondisi bangunan yang nyaris roboh.

Mak Yayah mengaku telah menempati bangunan tersebut sekitar 25 tahun, janda tua yang tinggal bersama Cucunya mengaku sempat ada orang survey yang siap memberi bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni yang ditempatinya.

"Sampai saat ini tidak kunjung datang bantuannya," ucap lirih Mak Yayah kepada TatarSukabumi.ID, Kamis (20/8/2020).

BACA JUGA : Kades Bantargebang Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Kasus Korupsi Anggaran Desa 1,3 Miliar

Ditemui ditempat yang sama, Topan (30) Tokoh Pemuda Kampung Cikuya menyatakan prihatin atas kondisi Mak Yayah.

Menurut Dia, keseharian Mak Yayah dengan kondisi usia sudah tidak bekerja hanya mengandalkan bantu bantu kepada warga sekitar.

"Sehari hari makan kadang pemberian dari warga, kadang kalau lagi sehat dia suka ikut bantu bantu di warga sini," ungkap Topan.

Sebagai Tokoh Pemuda setempat Topan berharap ada bantuan perbaikan rumah Mak Yayah mengingat kondisi saat ini mulai memasuki musim penghujan.

"Di khawatirkan roboh, kondisi rumah tidak memiliki kamar mandi, untuk mengambil air harus mengambil dari mata air di bawah," jelas Topan.

"Tahun lalu sudah ada yang survey dan memfoto rumah Mak Yayah tapi hingga saat ini tak ada kabar lagi," sambung Dia.

"Semoga ada bantuan, baik dari pemerintah atau dermawan, tidak perlu harus menjadi rumah bagus, yang penting layak huni, dan tidak takut ambruk," harap Topan.(*)