Ibadah Kurban di Tengah Pandemi, Rekapitulasi Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi 2020

Selasa, 11 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Ibadah Kurban di Tengah Pandemi, Rekapitulasi Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi 2020
Ibadah Kurban di Tengah Pandemi, Rekapitulasi Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi 2020
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Hasil rekapitulasi pemantauan hewan Kurban Kabupaten Sukabumi 1441 H/2020, pandemi Covid-19 tidak berpengaruh terhadap animo masyarakat dalam melaksanakan ibadah Kurban.

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan, usai rapat koordinasi secara tatap muka langsung bersama seluruh jajarannya di Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda.

"Setelah sekian lama tidak melakukan rapat evaluasi (secara) tatap muka sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid 19, kami hari ini melaksanakan rapat koordinasi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujar Iwan Karmawan kepada TatarSukabumi.ID, Senin (11/8).

BACA JUGA : Wisata Goa Baduy Sukabumi, Ada 3 Danau Dalam Goa

Pembahasan yang di tekankan dalam rakor kali ini, jelas Iwan, salah satunya melakukan evaluasi anggaran yang telah dilakukan refocusing dampak pandemi Corona.

"Mulai program, realisasi, sampai pelaporan, tidak lain agar dalam kinerjanya dinas peternakan lebih berintegritas," ungkap Iwan.

Pembahasan lain yang tak kalah penting ungkap Kadis Peternakan, seluruh unsur Dinas diharapkan kembali lakukan pendataan, jumlah perusahaan yang bergerak di sektor peternakan meliputi peternakan unggas, sapi, kerbau, kambing, domba dan ternak lainnya.

"Karenakan masih banyak perusahaan yang belum miliki rekomendasi dan izin," tegas Iwan.

BACA JUGA : Pertama di Indonesia, Sukabumi Miliki Balai Penyuluh Pertanian Pilot Project Nasional

Menurut Kadis Peternakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan lebih meningkatkan perhatian kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok ternak resmi berbadan hukum, dengan target pendataan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kedepannya Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi meminta para pengusaha yang bergerak di sektor peternakan untuk lebih sadar dan tertib administrasi.

"Kami pun sudah sosialisasikan, bahwa kedepan untuk perizinan perusahaan peternakan yang bangkrut (pailit) tidak bisa di pindah tangankan khususnya yang berada di wilayah zona merah pendirian perusahaan peternakan," jelas Iwan.

BACA JUGA : Balon Bupati Sukabumi Partai Gerindra Dorong Ekonomi Kerakyatan Untuk Percepatan Kemajuan Sukabumi

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmasvet), Asep Kurnadi, menyatakan apresiasi jajaran Dinas Peternakan yang telah memberikan pelayanan optimal khususnya memantau ketersediaan hewan kurban Idul Adha 1441 H.

Ditengah situasi Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) serta keterbatasan staf Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, menurut Asep sepanjang Idul Adha 2020 ini pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan kepada sedikitnya 130 pedagang ternak.

"Dari 130 lapak itu diantaranya sebanyak 2804 ekor sapi, 8 kerbau, 6797 domba, 1787 Kambing dengan total jumlah 11.473 ekor hewan ternak," ungkap Asep.

Dari jumlah total hewan kurban tahun ini, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi mendapati 137 ternak yang belum cukup umur dan 39 ternak dalam kondisi sakit tidak layak diperjual belikan.

Masih kata dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, menurut Asep terjadi peningkatan pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH).

"Selama dua hari jelang Idul Adha ada RPH menerim sekitar 355 ekor sapi, sementara pada hari normal pemotongan hanya 12-15 ekor sapi setiap minggunya, jadi dari data tersebut di pastikan membantu target capaian retribusi pendapatan dari pemotongan hewan." jelasnya.(*)