Koalisi Baru 8 Partai di Pilkada Sukabumi, KSB : Sayang Anggaran Bila Tidak Menghasilkan Pemimpin Pelayan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2020 - 18:51 WIB
Koalisi Baru 8 Partai di Pilkada Sukabumi, KSB : Sayang Anggaran Bila Tidak Menghasilkan Pemimpin Pelayan Rakyat
Koalisi Baru 8 Partai di Pilkada Sukabumi, KSB : Sayang Anggaran Bila Tidak Menghasilkan Pemimpin Pelayan Rakyat
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Sedikitnya 8 Partai Politik yang sempat ikut bertarung di Pileg Kabupaten Sukabumi 2019 lalu, saat ini  bergabung membentuk forum komunikasi Parpol Non Parlemen.

Meski tidak memiliki wakil rakyat yang duduk di kursi Gedung Jajaway DPRD Kabupaten Sukabumi, jelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi mereka sepakat membentuk Koalisi Sukabumi Bersatu (KSB).

"Forum ini dibangun untuk menginput ide ide besar dari seluruh pimpinan partai non parlemen, saya pikir siapapun yang maju di Pilkada nanti tidak bisa memandang sebelah mata (dengan) ide ide besar dari kawan kawan," ungkap Ayi Abdullah, Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Sukabumi kepada TatarSukabumi.ID dalam pertemuan KSB yang dilangsungkan di Kedai Kopi Lentera, Cibadak, Sukabumi, Rabu (29/7/2020).

BACA JUGA : Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020

Menurut Ayi, ajang Pemilihan Bupati/ Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi dapat melahirkan sosok kepala daerah yang memiliki pemahaman terbuka, kooperatif dan berani berkolaborasi dengan seluruh elemen kekuatan daerah.

"Dan yang terpenting adalah mengakui kehadiran partai politik sebagai penopang social society dalam membangun Sukabumi kedepan.

"Satu hal lagi kepala daerah yang hebat adalah kepala daerah yang memahami eksistensi partai politik, apapun partainya," ungkap Ayi.

Ayi menambahkan, 8 partai politik non parlemen yang tergabung dalam KSB diantaranya Partai Perindo, PSI, PBB, Hanura, Garuda, dan Partai Gelora.

"Kedepan kita akan kembali berkumpul untuk melakukan pendalaman, pembahasan, untuk lebih fokus, lebih detail membahas Pilkada kedepan," tandasnya.

BACA JUGA : Membaca Langkah PPP dan PDIP di Desk Pilkada Sukabumi 2020

Ditempat yang sama, Ahmad Fahrijal Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi menambahkan ajang Pilkada 2020 merupakan sarana edukasi politik bagi masyarakat.

Meski 8 Parpol yang tergabung dalam KSB tidak memiliki kursi di parlemen, namun Ahmad menegaskan KSB wajib turun tangan ikut andil dalam mensukseskan Pilkada Sukabumi 2020.

Pasalnya, sambung Ahmad, bagaimanapun di Pileg 2019 lalu ke-8 Parpol memiliki suara rakyat.

"Harus disadari partai kami belum ditakdirkan untuk bisa menempatkan wakil di parlemen. Tapi secara keharusan sebagai partai politik kami harus berperan mensukseskan Pilkada,mengingat ada suara yang harus kami wakili walaupun memang secara ketentuan suara itu hangus, tapi secara fakta suara itu adalah suara masyarakat sukabumi yang harus di wakili," tegas Ahmad.

BACA JUGA : Berani Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Operasi Patuh Lodaya Polres Sukabumi Kota

Lebih jauh Ahmad mengatakan, salah satu fungsi dibentuknya KSB selain untuk memberikan support sekaligus menjadi pengawal agar Pilkada Sukabumi berjalan bersih dan sehat.

"Kami hadir untuk menyuarakan, bahwa pilkada harus sukses berkualitas, terlebih dengan anggaran yang besar bagi penyelenggaraan Pilkada," tukasnya.

Mewakili KSB Ahmad memastikan dalam waktu dekat akan melakukan pematangan arah perjalanan partai non parlemen baik di arena Pilkada maupun memperjuangkan Parpol untuk jangka panjang di pertarungan Pemilu 2024 mendatang.

"Sangat disayangkan bila dengan anggaran yang besar, tapi tidak menghasilkan pemimpin yang bisa menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat," tegas ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi.(*)