KNPI Gunungguruh Ikut Andil Sukseskan Pembangunan Rutilahu Program BSPS Kementrian PUPR

Selasa, 28 Juli 2020 - 08:32 WIB
KNPI Gunungguruh Ikut Andil Sukseskan Pembangunan Rutilahu Program BSPS Kementrian PUPR
KNPI Gunungguruh Ikut Andil Sukseskan Pembangunan Rutilahu Program BSPS Kementrian PUPR
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Program BSPS yang telah dicanangkan sejak Februari 2020 namun sempat terkendala pandemi Corona saat ini mulai berjalan.

BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), program ini merupakan upaya campur tangan Pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapat hak memiliki rumah layak huni.

Satu dari sekian penerima manfaat program BSPS ini adalah Mak Uum janda 65 tahun warga Kampung Karangrange Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA : Polres Sukabumi Kota Bongkar Jaringan Sabu 4 Tersangka Diamankan di Wardoy

"Rumah Mak Uum ukuran panjang 6 dan lebar 5 meter persegi saat ini hari ke tujuh progres pengerjaan sudah hampir selesai ke tahap atap," ungkap Ketua KNPI Kecamatan Gunungguruh, Sayyid Agil saat ditemui TatarSukabumi.ID, Senin (27/7/2020).

Dalam rangka membuktikan semangat berkarya pemuda, KNPI Kecamatan ikut andil dalam mensukseskan program Pemerintah ini, mengingat diperlukan kesadaran, peran aktif, swadaya dan gotong royong masyarakat untuk bersinergi membantu pemerintah dalam realisasi program BSPS.

"KNPI bersama Karang Taruna siap bersinergi sebagai wujud peran aktif pemuda desa ikut berbakti untuk masyarakat," tutur Agil.

Agil menyatakan apresiasi terhadap Muspika Kecamatan dan Pemerintahan Desa yang telah mempersiapkan data warga prasejahtera penerima bantuan.

"Dari awal kami berkomitmen agar sesuai perencanaan 165 rumah dari lima desa se-kecamatan Gunungguruh bisa terealisasi dengan baik," harapnya.

BACA JUGA : Operasi Patuh Lodaya 2020 Polres Sukabumi Kota Tindak Ribuan Pengendara

Berbeda dari program Rutilahu Pemerintah sebelumnya, dalam program BSPS ini, sesuai pedoman teknis, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) melakukan survei terhadap pengusaha (toko material), selanjutnya warga melalui Ketua Penerima Bantuan (KPB) akan menentukan pengusaha yang akan memenuhi seluruh kebutuhan pengadaan bahan baku material.

Selanjutnya bantuan senilai 15 juta akan disalurkan langsung kepada penerima manfaat melalui rekening Bank untuk membayar material bangunan maupun upah pengerjaan.

"Untuk sistem pembayaran dilaksanakan setelah kondisi bangunan rumah selesai," menurut Agil, sistem pembayaran non tunai ini cukup baik untuk meminimalisir penyalahgunaan bantuan.

"Jangan sampai program ini bermasalah karena target kami tahun berikutnya bisa kembali menggarap rumah yang belum terakomodir baik di Gunungguruh maupun wilayah luar," tandasnya.(*)