Kejahatan Asusila Kembali Terulang di Sukabumi, P2TP2A Sebut Racunnya adalah Medsos

Rabu, 08 Juli 2020 - 15:35 WIB
Kejahatan Asusila Kembali Terulang di Sukabumi, P2TP2A Sebut Racunnya adalah Medsos
Kejahatan Asusila Kembali Terulang di Sukabumi, P2TP2A Sebut Racunnya adalah Medsos
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan meminta orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap putera-puteri nya.

Lebih jauh Isteri Bupati Sukabumi yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Sukabumi menyatakan efek negatif yang timbul dari media sosial (medsos).

Terlebih belum lama ini, kasus tindak kejahatan asusila dengan korban puluhan bocah dibawah umur kembali menggemparkan Sukabumi.

"Tetaplah waspada bagi masyarakat, tentunya dari sekarang harus menjaga anak-anak yang mulai teracuni oleh medsos," ungkap Yani Jatnika disela kegiatan Pencanangan Desa dan Kampung Ramah Anak serta Peresmian Taman Bermain Ramah Anak (TBRA) di Desa Tegallega, Lengkong, Selasa  (7/7/2020).

BACA JUGA : Ribuan Warga Cibadak Krisis Air Bersih, Ternyata Ini Penyebabnya

Lebih jauh Yani menjelaskan, dari penelitian yang telah dilakukan P2TP2A sejumlah kasus kejahatan asusila terjadi berawal dari media sosial.

"Kenapa dari semua kasus anak-anak itu bermula dari Facebook gitu,
Jadi saya sangat-sangat miris ya kalau dilihat dari kasus yang terjadi," tutur Yani.

Masih kata Yani, diperlukan sosialisasi lebih intens dari seluruh unsur terhadap pengaruh media sosial bagi anak anak.

"Perlu ada sosialisasi dari semua pihak supaya namanya Facebook sudah tidak bagus. Jadi memang sudah banyak bukti bahwa bermula dari Facebook itu kebanyakan hal negatif," tukasnya.

BACA JUGA : Update Terkini Pasien Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi Mencapai 85 Orang

Istri orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi menegaskan, Orang Tua harus menjadi garda terdepan dalam pengawasan anak, salah satunya dengan melakukan tindakan preventif memperketat penggunaan gadget dikalangan anak-anak.

"Tolong itu diperhatikan terhadap konten yang ada di HP (hand phone) mereka," tegasnya.

Disinggung awak media terkait kasus tindak asusila di Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan yang telah memakan puluhan Korban, Yani angkat suara.

"Kami di P2TP2A telah melakukan road show ke kecamatan- kecamatan supaya tidak kecolongan. Kenapa karena 90 persen pelakunya adalah orang dekat yang benar-benar sudah dikenal korban dan benar-benar seharusnya melindungi mereka," beber Yani.

"Jadi memang perlu kerja keras kita bersama dalam mewujudkan kabupaten Sukabumi layak anak. Mudah-mudahan kita berharap tidak ada kasus seperti itu lagi." harap Yani Jatnika Marwan.(*)