Arah Politik PKS di Pemilihan Bupati Sukabumi 2020

Kamis, 02 Juli 2020 - 19:31 WIB
Arah Politik PKS di Pemilihan Bupati Sukabumi 2020
Arah Politik PKS di Pemilihan Bupati Sukabumi 2020
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai peraih 7 kursi legislatif Kabupaten Sukabumi di Pemilu 2019 lalu, jelang Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 masih belum menentukan arah politiknya.

Anjak Priatama Sukma politisi PKS yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi belum banyak berkomentar terkait arah politik PKS di Pilkada Sukabumi yang dalam waktu dekat 9 Desember 2020 akan di helat.

Menurut Anjak, DPD PKS Kabupaten Sukabumi fatsun menyerahkan seluruh keputusan ke tingkat pusat.

"Sampai saat ini seluruh keputusan Partai baik koalisi dengan partai apapun maupun mendukung Bupati siapapun finalnya di level DPP, dan sampai saat ini dari PKS belum final keluar SK tersebut, jadi masih berproses," ungkap Anjak kepada TatarSukabumi.ID di Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (2/7/2020).

BACA JUGA : Sukabumi Krisis Regenerasi Pemimpin, Reni Marlinawati Turun Gunung Jajaki Pilkada Sukabumi

Disinggung nama bakal calon yang akan menjadi jagoan PKS di Pilkada mendatang, Anjak masih belum mengungkap nama.

"Di internal Partai sudah ada alternatif, tapi untuk final belum," kata Dia.

Lebih jauh disinggung awak media koalisi yang nantinya akan dibangun PKS di pemilihan Bupati Sukabumi, Anjak sebut telah menjalin komunikasi dengan sejumlah Partai.

"Salah satunya yang kita jajaki dengan Golkar, Demokrat, dan dengan Partai pendukung pak Adjo (PKB)," ungkap Anjak, putera dari  Sukmawijaya mantan Bupati Sukabumi 2 Periode (2005-2015).

BACA JUGA : Bupati Minta Seluruh Wilayah Sukabumi Teraliri Listrik Serta Pengaduan Keluhan PLN Dipermudah

Situasi politik saat ini, sejumlah Partai telah mulai membentuk koalisi hingga mengisyaratkan poros-poros di Pilkada Sukabumi mulai terbentuk.

Dengan jumlah peraihan 7 kursi di legislatif, hanya butuh 3 kursi bagi PKS untuk berani membentuk poros baru dan bertarung mengusung jagoannya di Pilkada mendatang.

"Berani atau tidaknya membentuk poros baru keputusan di DPP, apakah memaksakan pilihan yang ada atau membuat pilihan baru.

"Kami di daerah telah memberikan laporan, masukan, dan bahan bahan bagi DPP untuk jadi bahan pertimbangan menjadi keputusan, ya kita tunggu saja semoga keputusan terbaik yang diambil DPP," ungkap Anjak.(*)