Gegara Corona Objek Wisata Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh Ditutup, Curug Caweni Cidolog Malah Buka

Senin, 25 Mei 2020 - 20:07 WIB
Gegara Corona Objek Wisata Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh Ditutup, Curug Caweni Cidolog Malah Buka
Gegara Corona Objek Wisata Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh Ditutup, Curug Caweni Cidolog Malah Buka

TatarSukabumi.ID - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi berdampak pada ditutup sementaranya sejumlah objek wisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Ketua Badan Pengelola Ciletuh- Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG) Iyos Somantri, menyatakan masyarakat dan wisatawan untuk sementara waktu dihimbau tidak kunjungi kawasan CPUGG hingga masa pandemi Covid-19 berakhir.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID hari kedua Idul Fitri 2020/1441 H setidaknya 2 penyekatan dilakukan tim gabungan di akses pintu masuk Bagbagan Palabuhanratu dan di kawasan Puncak Darma Geopark Ciletuh, Senin (25/5/2020).

BACA JUGA : Gelombang Tinggi Laut Terjang Pantai Citepus hingga Karanghawu, Wisatawan Hati-hati

Namun demikian, ditengah upaya penyekatan yang diberlakukan di kawaaan wisata Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh, objek wisata Curug Caweni yang berada di Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, malah dibuka untuk umum.

Informasi terhimpun, tiket masuk (retribusi) bagi pengunjung dan parkir dikeluarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Imbasnya, objek wisata alam yang sangat terkenal dengan keindahan air terjun serta panorama alam ini ramai dikunjungi wisatawan.

BACA JUGA : 3 Penyekatan Akses Masuk Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh, Wisatawan Putar Balik Pulang

"Saat pandemi Covid-19 ini, di mana-mana tempat wisata harusnya ditutup termasuk di Kecamatan Cidolog.

"Namun objek wisata Curug Caweni malah dibuka bebas dengan karcis bukan dari Dinas Pariwisata," ujar Dede Rusyandi (43) warga Kampung Tegalega, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog kepada TatarSukabumi.ID, Senin (25/5).

Lebih jauh kepada TatarSukabumi.ID Dede menjelaskan, karcis masuk yang dikeluarkan Desa kepada pengunjung seharga lima ribu rupiah, sementara tiket parkir bagi kendaraan roda dua dikenakan lima ribu rupiah sementara kendaraan roda empat di kenakan sepuluh ribu rupiah.

BACA JUGA : Warga Cikujang Sukabumi Hidupkan Kembali Tradisi Bedil Lodong Rayakan Kemenangan

"Memang ada aturannya ya seperti itu, setahu saya tempat pariwisata yang berhak mengeluarkan karcis retribusi itu dinas terkait atau bidang kepariwisataan.

"Terlepas dari tiket masuk, pengunjung yang datang ratusan hingga sore tadi keluar masuk, yang paling penting adalah bagaimana penerapan protokol kesehatan Covid-19 ?," tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Perintah Desa maupun Dinas terkait mengenai di bukanya objek wisata Curug Caweni ditengah pandemi Covid-19.(*)