Loading...

Polisi Ungkap Fakta Kasus Penculikan Anak di Nyalindung Sukabumi

Senin, 24 Februari 2020 - 14:05 WIB
Polisi Ungkap Fakta Kasus Penculikan Anak di Nyalindung Sukabumi
Polisi Ungkap Fakta Kasus Penculikan Anak di Nyalindung Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Video berdurasi pendek sempat viral jadi pesan berantai di media sosial dan aplikasi perpesanan Whatsapp.

Dalam video pendek yang beredar menyatakan jika telah terjadi kasus penculikan  di wilayah hukum Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

Menindak lanjuti kesimpang siuran video yang beredar, Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Paur Humas Polres Sukabumi IPDA Aah Saepuh Rohman menyatakan jika video yang sempat beredar bukanlah kasus penculikan anak.

"Isu penculikan anak di wilayah Sukabumi adalah tidak benar.

"Memang pda hari Minggu (23/2) sekira pukul 19.30 Wib, jajaran Polsek Nyalindung telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan bukan penculik anak," ungkap Aah, Senin (24/2/2020).

BACA JUGA : Pelajar Tewas di Parungkuda Polres Sukabumi Pastikan Keamanan Dua Pihak Sekolah

IPDA Aah mengatakan identitas ODGJ yang telah diamankan Kepolisian merupakan Dd (38) asal Paseh, Bandung Barat.

Lebih jauh Aah membeberkan kronologi kejadian yang berawal saat Dd mendatangi rumah Sutrisna (25) di Kampung Cijurey, Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung Sukabumi.

"Dd secara tiba tiba mendatangi rumah Sutrisna meminta tolong untuk menghantarkannya ke sebuah alamat.

"Sutrisna yang saat itu tengah bersama anaknya yang berusia 9 bulan menolak saat diminta mengantarkan Dd karena tidak mengenal Dd maupun alamat yang dituju Pelaku," jelas Aah.

BACA JUGA : Tenteng Celurit Bocah Berseragam Biru Putih Diamankan Polisi di Palabuhanratu

Selanjutnya sambung Paur Humas Polres Sukabumi, diluar dugaan secara tiba tiba Dd menyerang Sutrisna secara membabi buta hingga mengakibatkan luka lebam pada wajah Sutrisna.

Sutrisna yang saat itu tengah menggendong anaknya berusaha membela diri dan memukul korban dengan gitar milik Dd.

"Pertengkaran tersebut dilerai oleh istri korban selanjutnya Dd pergi meninggalkan tempat kejadian, sempat terjadi miskomunikasi, warga setempat yang melihat kejadian langsung memberitahu warga lain bila ada orang asing yang diduga akan melakukan penculikan bayi.

"Sehingga pelaku dikejar dan akhirnya pelaku ditemukan bersembunyi dalam sebuah mushola yang berada di Kampung Pasir Munding Desa Neglasari," beber Aah.

BACA JUGA : Ikan Sidat 'Lubang' Terbaik dan Terbanyak Ada di Sukabumi Kebutuhan Ekspor Seribu Ton

Setelah diringkus warga, Dd diamankan  di kantor Desa Neglasari dan akhirnya diserahkan ke Polsek Nyalindung untuk menghindari amuk warga.

"Selanjutnya Kanit Reskrim Polsek Nyalindung Aipda Yadi Apriyadi, berusaha menghubungi keluarga ODGJ tersebut, dengan bantuan anggota Briptu Agus Hariyanto yang berdinas di Sat Narkoba Polda Jabar,  jejak keluarga Dd akhirnya ditemukan.

"Keluarga Dd membenarkan jika anaknya telah lama menderita gangguan kejiwaan dan sempat dirawat di RSJ Cisarua Bandung, dan sejak 3 bulan terakhir Dd dinyatakan kabur dari tempatnya di rehab," jelas Aah.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polres Sukabumi meminta masyarakat untuk tidak mudah terhasut atas kabar penculikan anak di Sukabumi.

Paur Humas Polres Sukabumi menyatakan, Masyarakat diharap tidak mudah percaya pada informasi yang beredar luas terutama di media sosial.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menjalankan aktifitas seperti biasa dan Polres Sukabumi dan jajaran Polsek akan meningkatkan giat patroli untuk menjamin keamanan masyarakat." tegasnya.(*)