Loading...

Miris! Warga Ciracap Tinggal di Gubuk Makan Rebus Pepaya Muda Pengganti Beras

Minggu, 23 Februari 2020 - 09:45 WIB
Miris! Warga Ciracap Tinggal di Gubuk Makan Rebus Pepaya Muda Pengganti Beras
Miris! Warga Ciracap Tinggal di Gubuk Makan Rebus Pepaya Muda Pengganti Beras

TataSukabumi.ID - Nasib kurang beruntung dialami Endang (34) penghuni gubuk (saung) ditengah areal perkebunan Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dia tinggal bersama istri dan dua orang putri yang baru menginjak usia 6 dan 2,5 tahun disebuah gubuk tidak jauh dari bantaran Sungai Cikarang.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, gubuk yang dihuni 4 jiwa ini berukuran 3 kali 4 meter berbahan kayu dan bambu dengan atap daun kelapa kering.

Bangunan saung berada ditengah lahan perkebunan milik warga setempat dengan jarak kurang lebih satu kilo meter dari perkampungan warga.

BACA JUGA : Kronologi Lengkap Kasus Tewasnya Suporter Futsal di Jalan Sukabumi - Bogor

Tidak ada aliran listrik apalagi barang elektronik yang dimiliki Endang yang kerap disapa Udil yang bekerja sebagai kuli di perkebunan tersebut.

Sekitar tujuh bulan terakhir ini, Udil bersama keluarga tinggal menempati lahan perkebunan, bekerja mengurus lahan seluas tujuh hektar.

"Saya disini mengurus lahan seluas 7 hektare, bercocok tanam menanam cabe, jagung, durian, pisang dan kacang.

"Untuk gaji tak cukup menutup kebutuhan sehari - hari karena gaji saya terpotong pinjaman, untuk buat saung dan pinjaman sebelumnya untuk kebutuhan sehari hari kepada yang punya lahan, paling saya terima uang rata rata 100 hingga 200 ribu perminggu," ungkap Udil, Minggu (23/2).

BACA JUGA : Tenteng Celurit Bocah Berseragam Biru Putih Diamankan Polisi di Palabuhanratu

Dengan segala kondisi ini, Udil mengaku pasrah, hutang yang melilit sebelumnya membuat dirinya tidak mampu untuk membeli beras.

Tidak jarang dia sekeluarga terpaksa harus rela makan rebus pepaya muda sebagai pengganti beras.

"Jika tak ada uang untuk beli beras, kami sering rebus pepaya muda untuk dimakan demi bertahan hidup," tutur Udil.

Tantangan lain didepan, Udil mengaku sedih memikirkan nasib anaknya yang mulai menginjak usia sekolah.

Selain memikirkan masa depan anak, Udil mengaku kerap dihantui hewan liar seperti ular di sekitar bangunan saung.

"Saat hujan banyak yang bocor, serta ancaman ular maklum di perkebunan," keluhnya.(*)