Loading...

Ikan Sidat 'Lubang' Terbaik dan Terbanyak Ada di Sukabumi Kebutuhan Ekspor Seribu Ton

Sabtu, 22 Februari 2020 - 17:56 WIB
Ikan Sidat 'Lubang' Terbaik dan Terbanyak Ada di Sukabumi Kebutuhan Ekspor Seribu Ton
Ikan Sidat 'Lubang' Terbaik dan Terbanyak Ada di Sukabumi Kebutuhan Ekspor Seribu Ton

TatarSukabumi.ID - Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah fokus melakukan pengembang biakan Glass Eel (Benih Ikan Sidat /Lubang *Sunda) di Sukabumi.

Untuk diketahui, Sukabumi memiliki potensi benih ikan Sidat yang terbesar dan digadang gadang sebagai yang terbaik di Indonesia.

"Glass Ell ikan sidat ini paling besar di Sungai Cimandiri, potensi ini harus kita kembangkan, kita ingin membumikan Sidat di Sukabumi, dan kita saat ini tengah mengembangkan kerjasama dengan PT Iroha Sidat Banyuwangi," ungkap Abdul Kodir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/2/2020).

BACA JUGA : Jelajah Cikidang Nan Eksotis Anniversary Cikidang Trail Adventure 2020

Dengan terbukanya pangsa pasar, Prmkab Sukabumi nantinya akan memberikan support kepada kelompok petani sidat untuk fokus dalam pengembangan dan pembesaran sidat.

Dalam pembahasan kerja sama ini, kelompok petani Sidat nantinya hanya melakukan pembesaran dari bayi hingga berat 2 gram saja, selanjutnya bibit tersebut akan dikembang biakan di 40 hektare tambang milik PT Inoha di Banyuwangi Jawa Timur.

"Kita tengah menciptakan pasar, saat ini kebutuhan ekspor sangat banyak, kita hanya fokus dari glass ell sampai elver pertama atau bahasa Jepang nya kuroko dengan berat hanya 2 gram," jelas Abdul Kodir.

BACA JUGA : Tekan Rentenir dan Bank Emok SHU Kopkar PT Muara Tunggal 863 Juta, Disnakertrans : Ini Wajib Jadi Percontohan Perusahaan Lain

Disinggung mengapa hanya fokus pada pembibit saja tidak membudidayakan sidat hingga siap konsumsi, Abdul menjelaskan proses pembesaran sidat memerlukan waktu yang cukup lama.

Dalam pembibitan saja diperlukan waktu sekitar 4 bulan untuk menghasilkan bibit seberat 2 gram.

"Nanti PT Iroha yang akan melakukan pembesaran karena proses dari glass ell hingga bisa di konsumsi itu butuh waktu lama sekitar 2 tahun.

"Prospek pasar sangat bagus baik didalam maupun diluar negeri makanya kita gandeng perusahaan untuk ekspor sidat jenis kabayaki. Nantinya PT Iroha yang menampung, melakukan pembesaran hingga melakukan ekspor," jelas Abdul Kodir.

BACA JUGA : Sukabumi Bestari, Mulai 11 November Pusat Perbelanjaan dan Perkantoran Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Sementara itu, Marquo Sista dari PT Iroha mengatakan pengelolaan Sidak di Sukabumi sudah mulai berjalan, dan Pihaknya siap menerima benih Sidak dari Sukabumi.

"Untuk penerimaan kami bisa banyak, kapasitas produksi kita bisa lebih dari seribu ton setiap tahunnya.

"Kita terima bibit sidat dari Sukabumi dengan usia 90 hingga 120 hari atau berat 2 gram, nanti kita akan ekspor dengan ukuran 200 hingga 300 gram atau sekilo tiga dengan masa pembesaran 2 tahun," jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan mengatakan komoditas sidat di Sukabumi sangat baik.

"Kemarin kemarin kita ingin mengembangkan secara besar besaran sidat namun kesulitan untuk pemasaran, nah sekarang ada PT Iroha yang siap menampung benih sidat dari Sukabumi

"Kami DPRD akan coba melihat, nanti perkembangannya seperti apa akan kami sikapi, saya harap kedepan Sidat akan menjadi komoditas unggulan Sukabumi." tandasnya.(*)