Seperti Jagoan Ancam Warga Dengan Pisau depan Minimarket Nyomplong Sukabumi, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 30 Desember 2019 - 14:18 WIB
Seperti Jagoan Ancam Warga Dengan Pisau depan Minimarket Nyomplong Sukabumi, Seorang Pria Dibekuk Polisi
Seperti Jagoan Ancam Warga Dengan Pisau depan Minimarket Nyomplong Sukabumi, Seorang Pria Dibekuk Polisi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Seorang pria menghunus sebilah pisau mengacung-acungkan bahkan mengancam sejumlah warga dan pengendara motor tepat di depan salah satu minimarket di Jalan Nyomplong, Kelurahan /Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Saat melakukan aksinya, secara kebetulan Brigadir Tawakal Muhammad Bintang, Anggota Unit Reskrim Polsek Gunungguruh Polres Sukabumi Kota melintas disekitar TKP, sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, Senin (30/12/2019).

Secara reflek Polisi berpangkat Brigadir berhenti dan turun dari kendaraannya memperingatkan pria yang menghunus pisau.

BACA JUGA : Yudha Sukmagara Maju di Pilkada Sukabumi Bersanding Dengan Petahana

Bukannya berhenti, pria yang belakangan diketahui berinisial H (40) malah mengancam balik dan menghunus pisau kepada Brigadir Bintang.

Dengan sigap, Brigadir Bintang akhirnya berhasil mengamankan H berikut barang bukti sebilah senjata tajam sejenis pisau dapur dari tangan Pelaku.

Peristiwa penangkapan H oleh Brigadir Bintang cukup dramatis, kejadian ini sontak menjadi pusat perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.

Tidak lama berselang, anggota patroli Polsek Warudoyong tiba di tempat kejadian perkara dan mengamankan H ke Mapolsek Warudoyong.

BACA JUGA : Ambulans Desa Masuk Jurang di Sukabumi, Kepala Desa Jelaskan Fakta yang Terjadi

Atas kejadian ini, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo memberikan apresiasi terhadap anggotanya yang cukup peka dalam melaksanakan tugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Memang betul, tadi pagi ada anggota kami yang mengamankan salah seorang pria yang sempat mengancam dan mengacungkan pisau kepada pengguna sepeda motor"

"Saya sangat apresiasi terhadap sikap responsif anggota tersebut karena bila tidak diamankan, kami khawatir akan ada korban" jelas Wisnu Prabowo, Senin (30/12).