Himasi Demo Kejari Terkait Kelanjutan Kasus BPNT, Dugaan Korupsi Dinas Pariwisata dan Dugaan Honorer Fiktif Sekwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Senin, 09 Desember 2019 - 13:23 WIB
Himasi Demo Kejari Terkait Kelanjutan Kasus BPNT, Dugaan Korupsi Dinas Pariwisata dan Dugaan Honorer Fiktif Sekwan DPRD Kabupaten Sukabumi
Himasi Demo Kejari Terkait Kelanjutan Kasus BPNT, Dugaan Korupsi Dinas Pariwisata dan Dugaan Honorer Fiktif Sekwan DPRD Kabupaten Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Bertepatan dengan hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember 2019, sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himasi (Himpunan Mahasiswa Sukabumi) menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Senin (9/12/2019).

Himasi dalam aksinya menuntut Kejari untuk bisa segera menyelesaikan PR nya menindak lanjuti kasus dugaan tindak pidana korupsi program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang dinilai tidak ada juntrungannya sejak setahun terakhir.

Tuntutan selanjutnya dalam aksi Himasi kali ini, adalah dugaan pemborosan anggaran serta tidak efektifnya penggunaan anggaran pembangunan objek wisata yang didanai uang rakyat oleh Dinas yang berujung dengan timbulnya dugaan tindak pidana korupsi (tipikor)  di Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Tuntutan terakhir, Himasi mendesak Kejari untuk segera menindak lanjuti dugaan pencantuman 100 tenaga honorer oleh Sekretariat Dewan (Sekwan) pada DPRD Kabupaten Sukabumi yang diduga tidak sesuai dengan yang ada di lapangan (fiktif).

Hal ini diungkap Ketua Himasi, Eki Rukmansyah kepada TatarSukabumi.ID di lokasi aksi, Kamis (9/12).

BACA JUGA : Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sukabumi, Iyos Somantri Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Gejala Aneh

Ditemui usai aksi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna, menanggapi aksi ini kepada awak media angkat suara.

Halaman Selanjutnya >>>>