Apindo Sukabumi Sikapi Masalah Upah Buruh, Ning Wahyu : Kita Sedang Fokus Pikirkan Pengupahan

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 19:31 WIB
Apindo Sukabumi Sikapi Masalah Upah Buruh, Ning Wahyu : Kita Sedang Fokus Pikirkan Pengupahan
Apindo Sukabumi Sikapi Masalah Upah Buruh, Ning Wahyu : Kita Sedang Fokus Pikirkan Pengupahan
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sukabumi, meminta unsur Tripartit (Pengusaha Pemerintah dan Pekerja/Serikat Pekerja) untuk dapat lebih meningkatkan kerjasama dan tetap menjaga kondusifitas sebagai bentuk harmonisasi hubungan kerja di tahun 2020 mendatang.

Hal ini diungkap Ketua DPK Apindo Sukabumi, Ning Wahyu kepada TatarSukabumi.ID saat menghadiri perayaan hari jadi ke-6 PT Citra Unggul Perkasa Sukabumi dan milad ke-22 Serikat Buruh F-Hukatan KSBSI Sukabumi, Sabtu (19/10/2019).

Lebih jauh menurut Ning, diperlukan rasa tanggung jawab kinerja dengan perwujudan peningkatan produktivitas kerja dan kualitas kerja sehingga terwujud keseimbangan dan terjalinnya hubungan baik antara perusahaan dan Karyawan sehingga kedua pihak dapat maju dan lebih berkembang.

BACA JUGA : Sinergitas PT Citra Unggul Perkasa Sukabumi Bersama Karyawan

Ketua Apindo Sukabumi sempat menyinggung permasalahan upah, menurut Ning, diperlukan persamaan persepsi terkait kelaikan pengupahan dengan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.

Pasalnya menurut Ning, permasalahan upah merupakan salah satu alasan klasik yang kerap terjadi dikancah perindustrian.

"Kenapa hal itu sangat diperlukan, saat ini kita harus sama menyadari dan fokus memikirkan dan mengantisipasi perbedaan pengupahan yang mencolok antara provinsi Jawa barat dengan Jawa tengah," kata Ning.

BACA JUGA : Babak Baru Pembangunan Bandara Cikembar Sukabumi

Hal ini kerap menjadi pemicu timbulnya permasalahan, sebagai contoh Ning menyebutkan sejumlah perusahaan sektor Industri padat karya yang tidak mampu bersaing sehingga hengkang dari Sukabumi ke daerah lain atau melakukan relokasi investasi salah satunya ke Jawa tengah.

"Agar hal ini tidak terjadi, maka menjadi tantangan bagi kita semua, mulai dari pengusaha, pemerintah daerah, serikat pekerja dan karyawan, elemen masyarakat, dan lembaga lain termasuk insan media, agar tetap melakukan upaya solutif dengan tetap mengedepankan kerjasama yang komunikatif, dinamis, dan kondusif,"

Dengan terjalinnya harmonisasi daei seluruh unsur, Ning berharap pengusaha  industri khususnya sektor padat karya mampu tetap bertahan dan berinvestasi di Sukabumi.

"Sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lagi dan tingkat perekonomian masyarakat terus berkembang menuju kabupaten Sukabumi yang lebih baik." tandasnya.(*)