Manggis Sukabumi Nomor Satu di Dunia

Sabtu, 24 Februari 2018 - 00:00 WIB

Manggis Sukabumi Nomor Satu di Dunia
Manggis Sukabumi Nomor Satu di Dunia
Banner Dalam Artikel


TatarSukabumi.ID - Tau Gak Sih? Sukabumi cukup terkenal di Negara Asia terutama Tiongkok karena komoditas hasil ekspornya.

Salah satu komoditas yang terkenal hingga ke Manca Negara adalah buah Manggis, buah yang biasa tumbuh subur diatas ketinggian 600 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) sehingga sangat cocok ditanam di Sukabumi dengan ketinggian rata rata daerah di Sukabumi mencapai 584 MDPL.

BACA JUGA : 7 Fakta Unik Kota Sukabumi, Mulai Mak Erot Hingga Syahrini

Buah Manggis asal Sukabumi merupakan buah Manggis kwalitas nomor satu di Indonesia bahkan digadang gadang menjadi kwalitas terbaik di dunia.

Salahsatu Perusahaan suplier terbesar buah Manggis berada di Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

BACA JUGA : Inilah 7 Foto Keindahan Ujung Genteng - Geopark Sukabumi, Yang Belum Kalian Lihat

Tidak hanya mengisi pangsa lokal, manggis asal desa Cibolang mengisi pangsa didunia terutama Negara Asia Tiongkok.


Meski jumlah kuota untuk Tiongkok unlimited (tidak terbatas) pemasok manggis Cibolang hanya mampu menghasilkan 10 hingga 15 ton perhari dimasa musim panen Raya, apabila dimusim biasa mereka hanya mampu mensuplai 5 ton perhari tiada putus selama satu tahun.

BACA JUGA : 7 Fakta Unik Kota Sukabumi, Mulai Mak Erot Hingga Syahrini

Panen Raya musim manggis cukup panjang, setiap tahunnya bisa mencapai 4 hingga 5 Bulan musim panen, sehingga bisa dipastikan Manggis asal Cibolang bisa ekspor setiap hari sepanjang tahun.

Salahsatu pengusaha sukses Manggis asal Desa Cibolang adalah Pepen Supendi yang sejak tahun 2004 silam telah menggeluti dunia Manggis, Pepen Supendi kepada TatarSukabumi.ID mengaku, "seharusnya para penggiat usaha manggis harus lebih senang, saat ini perhatian pemerintah daerah Kabupaten, provinsi maupun Pusat sekarang kepada petani sangat baim, banyak bantuan kepada petani manggis untuk mengoftimalkan usahanya," beber Pepen.

BACA JUGA : 6400 Pelaku Seni di Sukabumi Butuh Lirikan Pemerintah

Pepen merupakan mantan ketua kelompok tani yang bergerak didunia manggis, menurutnya Manggis tidak akan pernah busuk hanya kulitnya keras (cumolat)


Bukti keberhasilan Pepen Supendi akhirnya terjawab, sejak 2 tahun silam, Pepen Supendi menjabat sebagai Kepala Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh, Pepen mengungkapkan, " waktu itu Saya pernah studi banding ke Thailand, mereka lebih modern (petani manggis) berbuah saja bisa di program, kelebihan mereka lebih canggih dan pemerintah sudah mempunyai patokan harga sehingga pada petani tidak akan pernah merasa rugi.

BACA JUGA : 5 Fakta Unik Tukang Cuanki, Ternyata Pake Oplosan Lho

Kelemahan di Indonesia hanya kurang modern dan tidak ada harga patokan dari Pemerintah, hal lainnya saat ini sistem ekspor cukup panjang prosesnya, jika dahulu hanya butuh seminggu untuk sampai ke negara tujuan ekspor namun saat ini mencapai 15 hari untuk sampai ke Negara tujuan (Tiongkok), beber Kades Cibolang.

"Jika kita berkaca pada sejarah, dahulu benih Manggis di Thailand itu dari kita, dari Daerah Wanayasa (Jabar) namun karena mereka lebih modern serta proses perjalanan ekspor mereka lebih cepat, hingga mereka dinilai lebih maju,  namun tetap kwalitas manggis kita diatas mereka, mungkin salahsatunya karena kondisi alam kita, " beber Pepen.

"Saya harap bantuan pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah untuk kami pelaku usaha Manggis, agar bisa bersaing ditingkat dunia," pungkasnya. (*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi