Warga Pesisir Pantai Tetap Waspada Tinggi Gelombang Air Laut Diperkirakan Hingga 6 Agustus

Jumat, 03 Agustus 2018 - 00:00 WIB

Warga Pesisir Pantai Tetap Waspada Tinggi Gelombang Air Laut Diperkirakan Hingga 6 Agustus
Warga Pesisir Pantai Tetap Waspada Tinggi Gelombang Air Laut Diperkirakan Hingga 6 Agustus
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat khususnya diwilayah pesisir pantai untuk tetap waspada terhadap ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah Indonesia.

Hal ini menyusul insiden tenggelamnya kapal kayu yang terjadi di Perairan Sape pada Minggu 29 Juli 2018 lalu, akibat gelombang tinggi hingga menelan korban jiwa.

BACA JUGA : Pantai Citepus dan Cipatuguran Palabuhanratu Kembali Dilanda Gelombang Tinggi Air Laut

"Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi, menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal-kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut," ungkap Dwikorita, seperti dikutip TatarSukabumi.ID, Senin (30/7).

Menurut Kepala BMKG, gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia berpotensi masih terjadi hingga 5 Agustus 2018 mendatang.

BACA JUGA : Gelombang Laut Kembali Terjang Pantai Laut Selatan Palabuhanratu

Seperti dilansir dari situs resmi BMKG, diprediksikan pada 2 Agustus tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter, dan pada 3 hingga 6 agustus rata rata tinggi gelombang bisa mencapai  2,5 sampai 5 meter dengan peluang terjadi di Perairan Selatan Pulau Jawa, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia.

Hasil analisis BMKG bahwa Adanya fenomena Mascarene High yang cukup persisten di Samudra Hindia bagian Selatan (Barat Daya Australia) yang diduga mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia khususnya selatan Jawa hingga selatan NTT, "Tinggi gelombang di wilayah tersebut didominasi oleh gelombang panjang (swell) yang dipropagasi oleh fenomena tersebut," kata Dwikorita.

BACA JUGA : Tidak Hanya Jual Miras, Warung Nakal di Cibadak Sediakan Jasa Layanan Wanita

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan Pelayaran, untuk perahu Nelayan waspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.25 meter, untuk Kapal tongkang waspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 1.5 m, Kapal Ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 2.5 meter.(*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi