Gempa Lombok Picu Gempa Megathrust, Video Gempa Lombok adalah Hoak

Jumat, 03 Agustus 2018 - 00:00 WIB

Gempa Lombok Picu Gempa Megathrust, Video Gempa Lombok adalah Hoak
Gempa Lombok Picu Gempa Megathrust, Video Gempa Lombok adalah Hoak
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Gempa Bumi yang menelan banyak Korban di Lombok akan memicu aktifnya Gempa Megathrust di Pulau Jawa merupakan berita tidak benar alias Hoak.

Hal ini dijelaskan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorta Karnawati seperti di kutip TatarSukabumi.ID yang mengungkapkan, jika Isu gempa yang terjadi di Lombok dipastikan tidak akan berpengaruh dan tidak akan memicu aktifnya gempa Megathrust Selatan Jawa - Selat Sunda dan hal ini merupakan kabar bohong (hoax).

BACA JUGA : Imbas Musim Dingin di Australia, Suhu Malam di Sukabumi Anjlok Hingga Dibawah 20 Derajat Celcius

Menurut Ketua BMKG kedua gempa tersebut dinilai memiliki sumber gempa yang berbeda serta jarak yang sangat jauh sehingga dipastikan tidak akan berpengaruh.

"Itu Hoax, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Kamis (2/8).

BACA JUGA : Warga Pesisir Pantai Tetap Waspada Tinggi Gelombang Air Laut Diperkirakan Hingga 6 Agustus

Gempa Lombok merupakan gempa yang mempunyai aktifitas berbeda dengan gempa Megathrust, Gempa Lombok dibangkitkan oleh patahan aktif, sedangkan Gempa Megathrust dibangkitkan oleh aktifitas tumbukan lempeng di zona subduksi, terang Dwikorita.

Dwikorita menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai kabar bohong yang beredar di media sosial, Pihak BMKG akan terus mengupdate prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, Gempa Bumi, dan Tsunami selama 24 jam penuh.

Menurut Dwikorita, kabar bohong tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk menciptakan kepanikan ditengah masyarakat karena hingga saat ini belum ada cara ataupun teknologi untuk memprediksi secara tepat kapan, dimana, serta berapa kekuatan gempa yang akan terjadi. "Potensi gempa kuat di zona megathrust selatan Jawa Barat - Selat Sunda seperti halnya zona Megathust Mentawai adalah hasil kajian yang siapapun tidak tau kapan terjadinya," jelasnya.(*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi