Warga Protes Sistem Blasting Aktivitas Tambang Gunung Guha, Kapolres Sukabumi Pantau Uji Ledak

Kamis, 05 September 2019 - 00:00 WIB

Warga Protes Sistem Blasting Aktivitas Tambang Gunung Guha, Kapolres Sukabumi Pantau Uji Ledak
Warga Protes Sistem Blasting Aktivitas Tambang Gunung Guha, Kapolres Sukabumi Pantau Uji Ledak
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi tinjau langsung aktivitas blasting (peledakan) Gunung Guha yang terletak di Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tegah, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Senin (12/8/2019).


Hal ini dilakukan akibat protesnya sejumlah warga Kadusunan Leuwidinding yang merasa terganggu oleh aktivitas blasting yang dilakukan PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) anak perusahaan PT Siam Cement Group (SCG).


Ditemui dilokasi yang berjarak 1,1 KM dari titik pusat peledakan, Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan hari ini Pihaknya melakukan uji tes ledakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak dari ledakan kepada masyarakat sekitar.


BACA JUGA : Kota Sukabumi Masuk Hazard Zone 1 Jika Gunung Gede Pangrango Meletus


Lebih jauh orang nomor satu di wilayah hukum Kabupaten Sukabumi menyatakan, dalam uji ledak kali ini suara maupun getaran dari hasil ledakan dinyatakan normal.


Namun sejumlah warga sempat protes usai blasting yang dipantau langsung Kapolres Sukabumi, pasalnya sejumlah masyarakat menyatakan aktivitas blasting yang dilakukan hari ini menghasilkan getaran maupun suara ledakan yang tidak sebesar seperti ledakan dalam proses blasting sebelumnya.


Menanggapi hal ini, Nasriadi menyatakan akan melakukan komparasi penggunaan bahan peledak (handak) yang dilakukan dalam proses blasting kali ini dengan proses peledakan sebelumnya.


"Nanti kita akan cek penggunaan handak. Apakah handak yang digunakan hari ini volume kwalitas dan kwantitasnya sama seperti yang telah dilakukan sebelumnya," Kata Nasriadi, Senin (12/8).


BACA JUGA : 7 Fakta Kasus Tewasnya Wanita Cantik Asal Cianjur di Sukabumi, Nomor 4 Biadab


Selanjutnya Kapolres Sukabumi akan melakukan evaluasi lebih jauh volume penggunaan handak sehingga tidak ada protes dari warga sekitar.


"Bahkan jika itu dapat berbahaya kita akan evaluasi penggunakan handak bagi perusahaan tersebut. Ataupun kita akan memberikan izin penggunaan handak dengan volume yang dibatasi. Artinya tidak mengejar produksi tapi harus menyayangi Lingkungan dan masyarakat sekitar Perusahaan SCG ini," pungkasnya.


BACA JUGA : Mobil Angkot Cibadak - Warungkiara Terbakar


Dilokasi uji blasting, awak media sempat meminta statemen dari sejumlah perwakilan Perusahaan namun tidak memberikan pernyataan.


Ditempat yang sama, warga setempat, Abdul Majid menepis jika blasting yang dilakukan kali ini tidak seperti aktivitas blasting yang biasa dilakukan PT TSS.


Sejumlah warga menganggap aktivitas penambangan dengan sistem blasting kali ini seolah telah diatur pihak perusahaan mengingat Pihak Kepolisian tengah melakukan pemantauan dan pengecekan.


"Biasanya ledakan terasa kuat, suara dan getarannya terasa kencang bahkan rumah saya pun jadi korban retak-retak," kata Abdul.


BACA JUGA : Lahan Milik Pemkab Sukabumi Masih Banyak yang Tak Bersertifikat


Warga lainnya Upah Latipah menuding pihak perusahaan sengaja mempermainkan volume ledakan untuk menyangkal laporan warga terkait dampak tersebut.


"Ini seolah olah mau mengadu domba antara pihak kepolisian dan warga. Kami berkata jujur ledakan yang dilakukan pihak perusahaan biasanya terasa besar," aku Upah.


Menurut warga, jika proses blasting tidak berdampak suara dan getaran kepada warga seperti yang terjadi hari ini, masyarakat tidak akan menyoal perusahaan, namun jika proses blasting mengeluarkan efek getaran dan suara yang mengganggu, warga akan tetap memprotes pertambangan dengan sistem blasting.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi