Kajari Sukabumi : Sebenarnya Kita Tidak Menghendaki Banyak Kepala Desa Masuk Penjara

Selasa, 30 April 2019 - 00:00 WIB

Kajari Sukabumi : Sebenarnya Kita Tidak Menghendaki Banyak Kepala Desa Masuk Penjara
Kajari Sukabumi : Sebenarnya Kita Tidak Menghendaki Banyak Kepala Desa Masuk Penjara
Banner Dalam Artikel

Kajari Sukabumi Alex Sumarna, ketiga dari kiri// Foto : Rapik Utama

Kajari Sukabumi Alex Sumarna, ketiga dari kiri// Foto : Rapik Utama


TatarSukabumi.ID- Sosialisasi program Jaga Desa dilaksanakan Badan Kerjasama Antar Desa dan Kecamatan (BKAD) Kabupaten Sukabumi bersama DPMD (Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi dan Polres Sukabumi, Kamis (4/4/2019).


Alex Sumarna, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi mengatakan, Kejari akan terus melakukan upaya membina Desa untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan penggunaan Dana Desa (DD) mauoun Anggaran Dana Desa (ADD).


"Intinya begini bagaimana supaya para kepala desa atau perangkat desa secara keseluruhan se-kabupaten Sukabumi bisa lebih baik dalam mengelola pemerintahan dan anggaran di Desa,"


"Yang terpenting pengetahuan hukum dari Kepala Desa supaya tidak keliru dalam bersikap atau melangkah, jangan sampai dia melakukan kesalahan-kesalahan yang dia sendiri tidak tahu," beber Alex Sumarna, Kamis (4/4/2019).


BACA JUGA : Program Indonesia Terang, Pemasangan 2400 PJU Tenaga Surya di Ruas Jalan Lingkungan Desa Sukabumi


Masih menurut Kajari, Pihaknya bekerjasama dengan Inspektorat, DPMD,  Polisi dan Pemerintah Daerah untuk menciptakan Pemerintahan Desa yang baik dan bersih.


Kejari sebagai institusi Pemerintah membuka diri seluas luasnya terutama melayani konsultasi dibidang permasalahan hukum.


"Apa saja kita bantu dibidang advokasi untuk mendorong agar kepala desa jangan gamang atau takut salah, nanti tidak jadi pembangunan," tandasnya.


BACA JUGA : Jalan Cikembar - Jampang Tengah Dipastikan Mulus Pada September 2019


Kepada TatarSukabumi.ID Alex Sumarna menegaskan, Kepala Desa diharapkan tidak merasa takut jika dikonfirmasi maupun diperiksa justru harus pro aktif kepada penegak hukum.


"Kalau tidak pernah dikonfirmasi kita susah. Jangan paranoid takut diperiksa itu salah, yang benar adalah begitu tahu  segera berikan penjelasan atau pembelaan sejelas- jelasnya,"


"Saat ini jangankan Kades, Pejabat Pemerintah juga kalau ada laporan dia takut menghindar-hindar, padahal sebenarnya itu bukan untuk dihindari jelaskan bukan kabur-kaburan," tegas Kajari.


BACA JUGA : Perusahaan Hengkang dari Sukabumi Karyawan Terancam PHK, Apindo Angkat Bicara


Masih menurut Alex Sumarna kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pencegahan terjadinya penyelewengan anggaran dengan mengutamakan pembinaan sehingga diharapkan dapat menekan jumlah Kepala Desa yang terjerat kasus Pidana.


"Sebenarnya kita juga tidak menghendaki banyak kepala desa masuk penjara, tetapi bila sudah keterlaluan lakukan pelanggaran mau apa lagi, tapi kalau sepanjang mereka masih bisa kita cegah untuk tidak berbuat kejahatan," tandasnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi