10.691 Balita di Sukabumi Mengalami Stunting

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

10.691 Balita di Sukabumi Mengalami Stunting
10.691 Balita di Sukabumi Mengalami Stunting
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Hasil riset Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2017 hingga 2018 angka stunting berada pada angka 41,1% dari angka total Balita usia 0 hingga kurang dari 59 bulan (5) tahun.


Namun setelah dianalisa lebih dalam, angka stunting di Kabupaten Sukabumi berada pada 5,32% atau setara dengan jumlah 10.691 anak.


Hal tersebut diungkap Harun Alrasyid, Sekretaris Dinas Kesehatan Sukabumi saat ditemui TatarSukabumi.ID dalam acara Penguatan lintas sektor dan lintas program pencegahan dan penanggulangan stunting (Rembuk Stunting) tingkat Kabupaten Sukabumi, Rabu (24/7/2019).


BACA JUGA : Sekda Sebut Potensi Longsor Hingga Tsunami di Sukabumi Tinggi


Rating tertinggi stunting di Kabupaten Sukabumi terjadi di wilayah Kecamatan Cireunghas dengan prosentase mencapai 16,67%,  selanjutnya wilayah Kecamatan Cisaat angka stunting mencapai 16,35% dan Kecamatan Cikembar 15,7 %.


Data stunting lainnya yang berada diatas 5% di wilayah Sukabumi terjadi di Kecamatan Sukaraja, Sukalarang, Curugkembar, Nagrak, Purabaya, Surade, Jampangkulon, Caringin, Kalapanunggal, Cicantayan, Cidolog, Nyalindung, dan Kecamatan Ciambar.


Harun memastikan, pihaknya akan membangun komitmen bersama antar perangkat daerah untuk lebih fokus dalam menanggulangi dan pencegah stunting.


"Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi akan berkolaborasi dengan seluruh liding sektor untuk segera melakukan kegiatan dalam rangka menekan angka stunting di Sukabumi, " tegas Harun, Rabu (24/7).


BACA JUGA : Terjebak di Gunung Gede, 4 Pendaki Wanita Asal Sukabumi Dievakuasi


Masih kata Harun, menekanan angka stunting merupakan salah satu visi Presiden Jokowi untuk 5 tahun kedepan dan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.


"Karena stunting lebih diakibatkan dari tidak seimbangnya tumbuh kembang, baik tumbuh kembang berat dan tinggi badan maupun tumbuh kembang otak," jelasnya.


Hadir dalam kegiatan, Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, mengapresiasi upaya yang dilakukan Jajaran Dinkes Kabupaten Sukabumi, menurutnya perlu komitmen bersama lintas sektor.


"Ini harus dibangun dari perangkat daerah yang kokoh dan utuh, stunting adalah sesuatu yang harus dibenahi, sikapi dengan serius. Di negara ini 30% bayi dibawah dua tahun mengalami stunting. Ini harus diselesaikan secara komprehensif perlu seluruh sektor berperan aktif dan berkomitmen menekan stunting khususnya di Sukabumi," tegas Iyos disela acara yang juga dihadiri oleh Akademisi Universitas Padjajaran, Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi.


BACA JUGA : Temu Mayat di Sukabumi, Inilah Kronologi Tewasnya Gadis Cantik Berkerudung Asal Cianjur


Iyos meminta seluruh OPD untuk turut berperan aktif dalam mengentaskan masalah stunting sebagai pokok bahasan utama.


Iyos juga sempat menyinggung, setiap OPD agar bisa mengalihkan kegiatan yang dianggap kurang menjadi kegiatan penanggulangan stunting.


"Yang dibidik utama, sesuai indikator kegiatan bisa diarahkan menjadi sasaran untuk stunting, anggaran untuk kunjungan dinas coba dialihkan menjadi kegiatan dalam penanggulangan stunting," tandasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi