Pendekar Asal Belgia Dalami Pencak Silat di Al-Fath Sukabumi

Kamis, 05 September 2019 - 00:00 WIB

Pendekar Asal Belgia Dalami Pencak Silat di Al-Fath Sukabumi
Pendekar Asal Belgia Dalami Pencak Silat di Al-Fath Sukabumi
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Julian Mien pria berusia 23 tahun berkebangsaan Belgium (Belgia) secara khusus datang untuk mendalami seni bela diri Pencak Silat di Pondok Pesantren dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi.


Selain mempelajari ilmu beladiri Pencak Silat, pria kelahiran Belgia yang saat ini merantau di Negeri Kangguru Australia juga mempelajari olahraga tradisional Sukabumi yakni Boles (Bola Leungen Seneu/*bola api) serta seni Lisung Ngamuk.


Di Negera asalnya, Julian merupakan pria yang juga mempelajari sejumlah beladiri diantaranya Kungfu dan Chinese Boxing.


BACA JUGA : Listrik Padam di Sukabumi dan Sejumlah Kota di Jawa Barat


Ditemui di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Pimpinan Ponpes, KH Fajar Laksana mengatakan, pendekar kelahiran Belgia datang ke Al-fath untuk melakukan studi banding melalui jaringan Al-Fath Family Homestay yang diakses oleh Julian melalui Website Help.net yang mana homestay ini terindeks oleh seluruh voulenteer di wilayah Australia, New Zealand, Eropa, Canada, USA dan dunia Internasional.



"Julian datang kesini untuk melakukan studi banding dan mengabdikan kemampuan bahasa Inggrisnya, Dia juga belajar silat, olahraga tradisional boles, ngagotong lisung ngamuk dan belajar sejarah Sunda selama dua Minggu disini," kata Fajar Laksana, Minggu (4/8/2019).


Fajar mengatakan, Julian rencananya akan mengkolaborasikan ilmu beladiri asal negeri tirai bambu dengan pencak silat.


"Untuk pencak silat, Julian diajarkan sekitar 20 jurus maung bodas (macan putih). Saat ini Julian belum mempelajari jurus tenaga dalam, Ia akan mempelajarinya pada kesempatan berikutnya setelah melakukan beberapa pekerjaan di Australia, akan kembali ke Indonesia" kata Fajar.


BACA JUGA : Kota Sukabumi Masuk Hazard Zone 1 Jika Gunung Gede Pangrango Meletus


Ditempat yang sama, Julian Mien kepada TatarSukabumi.ID mengatakan, ada sedikit persamaan dan perbedaan antara beladiri Chinese Boxing yang selama ini Dia pelajari di Negara kelahirannya Belgia maupun di Australia.



"Ada sedikit persamaan tapi perbedaannya ada gerakan dari kaki juga. Ilmu beladiri Silat lebih didominasi oleh seni dan gerakannya lebih lembut," ungkapnya.


Julian menuturkan, selain dari gerakan seni beladiri Sunda juga bervariasi dengan gaya yang unik seperti gerakan dari jurus monkey (monyet), Tiger (harimau) dan ada musiknya.


"Yang paling unik adanya musik, dalam ilmu beladiri yang saya pelajari di Belgia dan Australia maupun jenis lainnya tidak ada musik. Ini unik," tuturnya.


BACA JUGA : Polisi Ringkus RH Tersangka Pelaku Kasus Pembunuhan Wanita Cantik Jebolan IPB



Julian menjelaskan, tidak ada perguruan pencak silat di tempat asalnya semua perguruan beladiri di Belgia dan Australia oleh karena itu ia berencana untuk memperkenalkan Pencak Silat di Australia dan negara asalnya.


"Di negara saya semuanya profesional dan tidak ada tradisional semua perguruan sudah menjadi Industri. Kalau disini suasana kekeluargaan, saya senang belajar disini. Saya akan kembali untuk belajar lebih banyak silat," pungkasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi