Sopir Bus Maut Pengantar Jemaah Haji Sukabumi Ditetapkan Menjadi Tersangka

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Sopir Bus Maut Pengantar Jemaah Haji Sukabumi Ditetapkan Menjadi Tersangka
Sopir Bus Maut Pengantar Jemaah Haji Sukabumi Ditetapkan Menjadi Tersangka
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Pasca insiden maut Bus pengantar Jemaah Haji asal Kota Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro menggelar press release tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Gedung Juang 45 Sukabumi, Rabu (17/7/2019).


Dalam keterangannya, Susatyo menjelaskan perkembangan terkini penanganan insiden Bus Maut pengangkut Jemaah Haji asal Kota Sukabumi yang terlibat kecelakaan hingga mengakibatkan jatuhnya 5 korban.


BACA JUGA : Insiden Maut Pengantar Jemaah Haji Kota Sukabumi, 1 Meninggal Dunia 4 Luka-luka


Dalam insiden ini, dari 8 Bus pengantar Jemaah Haji, 7 Bus berhasil melewati pintu gerbang, sementara Bus terakhir bernopol F 7512 SF milik Perusahaan Otobus Nuansa Ilham sempat menyerempet pilar pintu gerbang Gedung Juang 45.


"Dari 8 Bus, 7 berisikan jemaah haji dan 1 Bus cadangan yang paling terakhir. Insiden ini mengakibatkan 5 korban, 4 diantaranya mengalami luka-luka dan 1 lainnya meninggal dunia atas nama Hani 12 tahun," kata Susatyo, Kamis (17/7/2019).


BACA JUGA : 1 Tewas 4 Luka Dalam Insiden Bus Pengantar Keloter Jemaah Haji Kota Sukabumi


Atas insiden maut ini, Pihak Kepolisian telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti-bukti, dan pada malam hari itu anggota Kepolisian Resor Sukabumi Kota telah melakukan penangkapan terhadap Sopir Bus dan selanjutnya menetapkan Sopir Bus sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.


Sopir Bus berinisial EZ alias ER warga Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yang lebih dari 12 tahun menjadi Sopir Bus dan selama 3 tahun terakhir bekerja di Perusahaan Otobus Nuansa Ilham. 


Sopir Bus merupakan EZ alias ER (45) warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang lebih dari 12 tahun menjadi Sopir Bus dan selama 3 tahun terakhir bekerja di Perusahaan Otobus Nuansa Ilham.

"Pasal yang digunakan pasal 310 ayat 4 junto pasal 310 ayat 2 Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, yang pada intinya kecelakaan lalu lintas akibat lalainya tersangka mengakibatkan meninggal dunia," jelas Susatyo.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X