Header AD

Seperti PPDB Calon Haji Terapkan Sistem Zonasi, Ini Kendalanya


Penerapan sistem Zonasi bagi Jemaah Haji Indonesia


TatarSukabumi.ID - Tidak hanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi pelajar, sejak tahun 2019 ini, para Calon Jemaah Haji akan dikenakan sistem zonasi.


Menelisik lebih jauh seperti apa sistem zonasi tersebut,  saat dikonfirmasi TatarSukabumi.ID, Ketua PPIHD (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Kabupaten Sukabumi sekaligus Kasi Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Ramlan Rustandi mengatakan, sistem zonasi diberlakukan sesuai dengan peraturan Dirjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umroh) Kementerian agama, nomor 131 tahun 2019 tentang zonasi.


BACA JUGA : Aturan Cuti Ibadah Haji Bagi PNS


Lebih jauh Ramlan membeberkan, sistem zonasi diberlakukan kepada Calon Haji (Calhaj) mulai dari tanah air hingga saat berada di tanah suci.


Dalam sistem zonasi ini nantinya, seluruh Calhaj asal Indonesia akan ditempatkan disatu titik, selanjutnya setiap wilayah mulai dari Kota /Kabupaten, dan Provinsi juga akan terpusat dalam satu kawasan sehingga tidak ada jemaah yang terpencar.


"Di tanah suci Makkah untuk Jawa Barat kurang lebih sekitar 39 ribu jemaah akan ditempatkan di lokasi Al-Misfalah," kata Ramlan belum lama ini.


BACA JUGA : Ikan Sidat Hingga Tepung Ubi Jalar Untuk Restoran Korea Pemkab Sukabumi Dorong Sektor Pertanian dan Nelayan


Selain mengatur lokasi tempat tinggal, sistem zonasi juga mengatur seluruh petugas dan panitia haji termasuk tim kesehatan.


Dengan sistem zonasi, Panitia tingkat Kabupaten akan terjun langsung melayani para jemaah tidak seperti sebelumnya penzonasian berada di level provinsi.


Ramlan

"Jadi jemaah Jawa barat akan dilayani oleh petugas Jawa barat, hal ini akan memudahkan dalam komunikasi serta akan lebih saling memahami.


"Kemudian pelayanan lainnya, misalnya dalam hal menu makanan, jamaah Jawa barat akan disesuaikan dengan menu Jawa barat," beber Ramlan.


BACA JUGA : Pemerintah Daerah Dorong Pelaku Usaha Sukabumi Go Internasional


Keuntungan lain dari sistem zonasi ini, Calhaj nantinya akan lebih dekat mendapat kendaraan Bus Shalawat (antar jemput) yang tahun sebelumnya Calhaj baru bisa mendapat Bus diatas jarak 2,5 KM namun dengan sistem zonasi Calhaj akan lebih dimudahkan.


"Baik yang jarak tempuh 500 meter tetap akan dilewati rute (Bus), artinya sekarang tidak dibatasi lagi oleh ring 1,2,3 ( jarak tempuh) semua jemaah haji Jawa barat akan merasakan fasilitas bus antar jemput selama 24 jam, unilah sebagian dampak dari sistem zonasi," jelas Ramlan.


BACA JUGA : Warga Sukabumi Kurang Peduli Sejarah Monumen Palagan Bojongkokosan Sepi Pengunjung


Sempat disinggung terkait kendala yang dihadapi dengan sistem zonasi, Ramlan menyatakan, Pihaknya tidak mendapat kendala berarti meski sistem zonasi merupakan hal yang baru dalam penyelenggaran jemaah haji tahun ini.


Ramlan memastikan dengan sistem zonasi amanat Undang-undang yang menyatakan bahwa pemerintah berkewajiban memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada seluruh Calhaj.


"Dari ke 3 point itu pemerintah tidak pernah setengah hati dan tidak pernah main-main, Kami selalu terus menerus melakukan upaya perbaikan sistem managemen pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji,"


"Kami atas nama PPHID Kabupaten Sukabumi sangat dan sudah siap membantu seluruh jemaah dalam proses pemberangkatan dan memulangkan ibadah haji tahun ini." tandasnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Seperti PPDB Calon Haji Terapkan Sistem Zonasi, Ini Kendalanya Seperti PPDB Calon Haji Terapkan Sistem Zonasi, Ini Kendalanya Reviewed by TatarSukabumi.ID on Sabtu, Juli 06, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads