Peningkatan Penyempurnaan dan Tatacara Penyembelihan Hewan Kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Peningkatan Penyempurnaan dan Tatacara Penyembelihan Hewan Kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal
Peningkatan Penyempurnaan dan Tatacara Penyembelihan Hewan Kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Jelang perayaan hari raya Idul Qurban 2019, Pemkab Sukabumi bersama Dinas Peternakan melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka pembahasan, peningkatan, penyempurnaan hingga tata cara penyembelihan hewan kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh) kepada sejumlah pengurus DKM di Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/7/2019).


Dokter Hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Kurnadi saat ditemui disela kegiatan membeberkan, persyaratan hewan kurban berdasar syariat Isam sebagai mana juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 114 tahun 2014 memiliki beberapa persyaratan diantaranya, berkelamin jantan dengan kondisi badan yang lengkap (tidak dikebiri), sehat, tidak cacat, gemuk dan cukup umur.


BACA JUGA : Sukabumi Perbatasan Lebak Banten Waspada Gempa


drh. Asep, membeberkan daging aman yang dimaksud adalah tidak terkontaminasinya daging dengan zat yang dapat mengganggu dan membahayakan  kesehatan baik bahaya fisik, bahaya biologi (mikroba, kuman, virus)  maupun bahaya dari residu bahan kimia.



Pastikan hewan tersebut halal, artinya kata Asep, tata cara mulai dari proses penyembelihan hingga proses selanjutnya harus sesuai dengan syariat, diantaranya penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal, dan daging hewan kurban tidak mengandung dan bersentuhan dengan barang atau zat yang diharamkan dalam syariat Islam. 


BACA JUGA : 10.691 Balita di Sukabumi Mengalami Stunting


Lebih jauh Asep menjelaskan, untuk mendapat hewan kurban yang layak dan sehat, hewan kurban sepatutnya telah menjalani pemeriksaan oleh dokter atau petugas kesehatan hewan lainnya, sehingga nantinya hewan kurban memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan).


Hal penting lainnya yang wajib dilaksanakan dalam penanganan daging kurban yang higienis, drh. Asep menghimbau agar petugas (panitia) kurban untuk senantiasa menjaga kebersihan tangan, pakaian, peralatan dan lokasi kurban.


"Hindari penyimpanan daging maupun jeroan dalam suhu kamar (25-30°c) lebih dari 4 jam.  Simpan daging pada lemari pendingin (suhu dibawah 4°c) atau di bekukan," jelas Asep, Selasa (30/7).(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi