Bocah Putus Sekolah Penjual Agar-agar di Sukabumi, Ternyata Ini Faktanya

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Bocah Putus Sekolah Penjual Agar-agar di Sukabumi, Ternyata Ini Faktanya
Bocah Putus Sekolah Penjual Agar-agar di Sukabumi, Ternyata Ini Faktanya
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi soroti kasus dua bocah putus Sekolah,  yang kesehariannya kerap mangkal berjualan agar -agar di Alun-alun Kota Sukabumi.


Menindak lanjuti kasus tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Agus Muharam sambangi Pemerintah Desa Cisaat, Senin (29/7/2019).


Agus Muharam memastikan kedua anak usia SD tersebut bisa kembali mengenyam dunia pendidikan.


"Saya sangat prihatin dengan kondisi tersebut makanya saya klarifikasi ke Desa Cisaat untuk meyakinkan benar tidaknya keadaan tersebut," kata Agus kepada sejumlah awak media, saat melakukan kunjungan ke SDN Padaasih, Kabupaten Sukabumi, Senin (29/7).


BACA JUGA : Sukabumi Perbatasan Lebak Banten Waspada Gempa


Lebih jauh Agus menjelaskan hasil temuannya, berdasarkan informasi dari pihak desa, kedua anak tersebut memang berjualan, dilatar belakangi beberapa faktor.


"Kondisi orang tua yang mengalami sakit pada sekitar alat kelamin (bisul),"


"Selain itu diakibatkan karena kesadaran orang tua yang sangat miris dan kurang peduli terhadap anak-anaknya," jelas Agus.


Masih kata Agus, kedua anak tersebut sesegera mungkin akan kembali masuk sekolah dan mengenyam pendidikan di SDN Padaasih, Kabupaten Sukabumi.


"Alhamdulillah bisa diyakini anak tersebut sudah masuk sekolah. Kita juga sudah bertemu dengan kakaknya," katanya.


BACA JUGA : 8,5 Hektare Lahan Ilalang Hutan Jati dan Albasiah di Ciemas Sukabumi Terbakar


Berkaca dari hal tersebut, Agus menghimbau masyarakat yang memilik anak usia 6 hingga 12 tahun untuk mengikuti Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar).


"Jangan sampai ada warga Kabupaten Sukabumi yang mestinya ada didalam dunia pendidikan tetapi karena kepentingan dan kurang perhatian orang tua ada diluar satuan pendidikan," tandasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi