Tim Ahli Pemantauan di Sukabumi Tidak Melihat Hilal, Penetapan 1 Syawal 1440 H

Rabu, 26 Juni 2019 - 00:00 WIB

Tim Ahli Pemantauan di Sukabumi Tidak Melihat Hilal, Penetapan 1 Syawal 1440 H
Tim Ahli Pemantauan di Sukabumi Tidak Melihat Hilal, Penetapan 1 Syawal 1440 H
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Dewan Hisab Rukyat Sukabumi melakukan pemantauan hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pemantauan dilakukan sejak pukul 17.45 WIB pada Senin [3/6/2019].


Tim ahli yang diambil kesaksiaannya yang sudah disumpah Pengadilan Agama diantaranya : KH Muhammad Yahya dari Ponpes Darul Hikam Sukaraja, KH Muhammad Anshori Fudholi dari Ponpes Sunanul Huda Cisaat, dan KH Aceng Firdaus dari Ponpes Darul Hakim Cikembar.


BACA JUGA : Mobil Pickup Hilux Masuk Jurang di Jalan Bagbagan - Kiaradua


Tim ahli merangkum mengenai pengamatan tersebut dan tidak melihat hilal, kemudian Tim ahli Dewan Hisab Rukyat Sukabumi memperkirakan 1 Syawal 1440 Hijriah akan jatuh pada harti Rabu, 5 Juni 2019.


Hasil rukyat tersebut selanjutnya dijadikan rujukan pada Kemeterian Agama untuk Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1440 H.


Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1449 Hijriyah yang juga jatuh pada Rabu (5/6/2019).


Hari Raya Idul fitri ditetapkan usai Kemenag menggelar Sidang Isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kemenag, Senin [
(3/6/2019).


Dalam keterangan persnya, Lukman mengatakan dari sidang isbat diketahui hilal masih belum terilihat di 105 titik.


BACA JUGA : Bingkisan Lebaran Setoples Kue Kacang, Karyawan Garmen di Cicurug Sukabumi Protes Buang Bingkisan


33 petugas telah ditugasi dan disumpah oleh Kemenag di 33 provinsi juga mengatakan tidak melihat hilal.


Di salah satu titik pemantauan yaitu Palabuhanratu, secara astronomis tinggi hilal minus 0,56 derajat dan jarak busur bulan dari matahari 2,94 derajat dengan umur minus 40 menit 6 detik.


"Dengan dua hal yang saya sebutkan tadi yaitu hilal di bawah ufuk dan tidak ada petugas yang melihat hilal, maka bulan Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari," ujar Lukman.


Dalam sidang isbat tersebut, Lukman didampingi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Yusnar Yusuf dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher memimpin Sidang Isbat tersebut.


BACA JUGA : Jelang Mudik dan Musim Liburan, SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Siaga


"Kami sudah memiliki fatwa dan dalam fatwa tersebut Menag wajib berkonsultasi dengan MUI dan ormas dan hal ini sudah dilakukan oleh Menag, oleh karena itu tidak ada alasan untuk menolak hasil sidang isbat dari Menag," kata Yusuf.


Dalam kesempatan tersebut hadir juga, antara lain para Duta Besar Negara sahabat, perwakilan ormas seperti NU dan Muhammadiyah, serta perwakilan pondok pesantren, Pakar astronomi dari LAPAN dan Planetarium Boscha serta para pejabat Eselon I dan II.


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Ardi Kusuma
(*)