Header AD

Krisis Air Bersih di Kecamatan Ciambar dan Nagrak Sukabumi


Krisis air bersih di 2 Kecamatan Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Warga dari dua Kecamatan di Sukabumi Jawa Barat mulai dilanda kekeringan serta membutuhkan sarana air bersih untuk aktvitas sehari hari.


Padahal baru memasuki musim kemarau, Warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Nagrak dan Kecamatan Ciambar harus rela menempuh jarak 1 KM dari pemukiman untuk mendapat air bersih.


Dari pantauan TatarSukabumi.ID ratusan warga Desa Munjul Kecamatan Ciambar dan warga Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak berbondong bondong setiap harinya di lahan Pabrik Sagu (Sunda*Aci) yang terletak di Kampung Ciganas Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak.


Pabrik milik Haji Otang ini menjadi langganan bagi warga dari sejumlah daerah dikala musim kemarau.


BACA JUGA : Harga Daging Ayam di Sukabumi Anjlok Hingga 10 Ribu Rupiah


"Kalau musim kemarau disini penuh yang antri Saya gak kebagian nyuci disini, sudah 20 tahun langganan ini sumber mata air milik haji Otang," kata Ipah (43)  warga setempat saat ditemui dilokasi mata air, Minggu (30/6/2019).


Meski cukup jauh dari perkampungan, mata air yang berada di lokasi Pabrik ini menjadi buruan masyarakat, jarak terdekat warga pengguna manfaat mata air berkisar 1 Kilometer.


Untuk menuju lokasi mata air, beberapa warga mengaku harus membayar ongkos ojek dikisaran 20 ribu rupiah.


"Kalo naik Ojek 20 ribu pulang pergi, paling bawa 2 jerigen air, kalau gak punya uang ya terpaksa jalan kaki nanggung (mikul) air," jelas Ipah.


BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi BPNT Dinilai Molor, Mahasiswa Demo Kejari Sukabumi


Warga lainnya yang ditemui TatarSukabumi.ID, Abdul (41) warga Nagrak Utara mengaku mengambil air 13 jerigen setiap harinya di mata air Haji Otang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Sejumlah warga berharap ada solusi dari pemerintah daerah dalam penanganan kesulitan air bersih yang menjadi langganan warga selama 20 tahun terakhir terutama dikala musim kemarau.


Terlebih bagi warga Desa Munjul Kecamatan Ciambar, warga mengaku setiap hari mengambil air dikawasan ini, karena diwilayahnya jarang terdapat sumur.


"Saya gak punya sumur, lokasinya diatas gunung tidak ada air, setiap hari jalan kesini sama warga Munjul,"


"Disana ada sumber air di Proyek, tapi dibatasi penggunaanya, bayar juga sebulan 20 ribu," tutur Ikah (53) warga Kampung Ciganas Desa Munjul Kecamatan Ciambar Sukabumi. (*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Krisis Air Bersih di Kecamatan Ciambar dan Nagrak Sukabumi Krisis Air Bersih di Kecamatan Ciambar dan Nagrak Sukabumi Reviewed by TatarSukabumi.ID on Minggu, Juni 30, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads