Dinkes Sukabumi Soroti Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Kematian Ibu dan Anak

Rabu, 26 Juni 2019 - 00:00 WIB

Dinkes Sukabumi Soroti Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Kematian Ibu dan Anak
Dinkes Sukabumi Soroti Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Kematian Ibu dan Anak
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Pada Tahun 2019, tenaga fungsional bidang kesehatan di lingkup Pemkab Sukabumi yang dilantik menempati tingkat terbanyak.


Dari jumlah tenaga fungsional yang dilantik masa jabatan 2019 mencapai 203 orang, meliputi 195 pada Dinas Kesehatan, 4 pada Dinas Pendidikan, dan DPP-UKM sebanyak 4 orang.


Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Didi Sukardi meminta tenaga fungsional untuk lebih meningkatkan kinerjanya.


"Bidan, Perawat, Dokter, Administrator Kesehatan untuk lebih meningkatkan disiplin dan profesionalisme, jadi saya tidak inginkan kinerja mereka sembarangan, apalagi dengan proses menekan angka kematian ibu bayi," tegas Didi disela acara pengambilan sumpah jabatan tenaga fungsional di Gedung Pendopo Sukabumi, Jumat (21/6/2019).


BACA JUGA : Marwan Hamami Minta Tenaga Fungsional Pemkab Sukabumi Jadi Pelayan Masyarakat


Lebih jauh Didi memastikan Bidan akan lebih memaksimalkan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.


"Bagi bidan laksanakan kinerja sesuai aturan. Bidan itu harus bermitra dengan paraji (dukun beranak), untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi. Bilamana ada kinerja Bidan yang tidak sesuai akan Kami segera ditindak lanjuti," tandasnya.


BACA JUGA : Pemerintah Australia Beri Hibah 709 M Untuk Program Air Bersih


Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menambahkan, perluny peningkatan kapasitan SDM dilingkung kesehatan.


"Untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga fungsional kita dan tenaga fungsional administrasi kesehatan, Kita mengarahkan mereka sesuai dengan visi misi kabupaten sukabumi, salah satunya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan yang maksimal,"


"Salah satu tugas bidan dan adminkes utamanya adalah bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak, itu intinya," tegas Harun Alrasyid, Jumat (21/6/2019).


BACA JUGA : BLK Sukabumi dan BBPLK Jabar Buka Pelatihan Kerja Gratis


Disinggung mengenai permasalahan stunting (gizi buruk) Sekdis Kesehatan Kabupaten Sukabumi memastikan Pihaknya saat ini memprioritaskan untuk meyelesaikan stunting di Sukabumi.


"Kalau yang namanya stunting tentunya tidak bisa dirubah dalam setahun atau dua tahun dengan penanggulangan maupun pencegahan stunting, untuk pencegahan kita arahkan pada masa usia kehamilan, kalau penanggulangan adalah upaya agar tidak terjadi stunting sejak usia nol bulan sampai usia dibawah 5 tahun," beber Harun.


"Upaya yang dilakukan dengan memberlakukan lagi program kesehatan dengan meningkatkan pemberian makanan seimbang, imunisasi lengkap dan ditindak lanjuti dengan sarana penunjang untuk mengatasi stunting tersebut," jelas Harun.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi