Usai Tugas Jadi Penyelenggara Pemilu, Ustadz Guru Ngaji di Bojonggenteng Sukabumi Meninggal Dunia

Senin, 27 Mei 2019 - 00:00 WIB

Usai Tugas Jadi Penyelenggara Pemilu, Ustadz Guru Ngaji di Bojonggenteng Sukabumi Meninggal Dunia
Usai Tugas Jadi Penyelenggara Pemilu, Ustadz Guru Ngaji di Bojonggenteng Sukabumi Meninggal Dunia
Banner Dalam Artikel

Prosesi pemakaman petugas KPPS di Kalapanunggal Sukabumi // Foto : Isep. Panji


TatarSukabumi.ID -  Peli Supeli Anggota Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara TPS 16 Kampung Limbangan Desa Cibodas, Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi menutupkan matanya pagi tadi sekira pukul 06.30 WIB, Senin (20/5/2019).


Peli Supeli meninggal dunia setelah menderita sakit yang cukup panjang usai menjalankan tugas negara pada Pemilu 17 April 2019 lalu.


BACA JUGA : Kapolda Jabar Himbau Warga Sukabumi Tidak Ikut People Power


Informasi terhimpun, Peli dikenal sebagai Ustadz, Guru Mengaji yang juga pengurus DKM sekaligus Imam Masjid di Kampung Limbangan.


Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat serta beberapa rekan korban di KPPS, Korban mengalami sakit sejak menjalani tugas sebagai KPPS, hingga usai tahapan akhir Pemilu lalu, Peli jatuh sakit hingga tak kunjung sembuh, bahkan satu minggu terakhir, korban sempat tidak sadarkan diri.


“Dari selesai menjalankan tugas sebagai anggota KPPS sampai kemarin mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Malah satu minggu ini sempat koma,” ujar Ketua PPK Bojong Genteng, Aan Syaripudin kepada TatarSukabumi.ID, Senin (20/5/2019).


BACA JUGA : Es Dawet di Sukabumi Ini Tersohor Sejak Tahun 90an, Primadona Takjil di Bulan Ramadhan


Masih kata Aan, Korban sempat menjalani perawatan selama 6 hari di RSUD Sekarwangi Cibadak, namun karen kondisi yang tidak kunjung membaik, keluarga dengan berat hati memboyong Peli untuk menjalani perawatan di rumah.


Namun Sebtu malam (18/5) kemarin, Korban kembali tidak sadarkan diri hingga kembali dilarikan ke RSUD Sekarwangi.


"Sejak malam Minggu di RS, dan tadi pagi sekitar pukul 06.30 korban dinyatakan meninggal dunia," tutur Aan.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi