Pasang Bendera Kuning Depan Kantor KPU Sukabumi, Belasan Mahasiswa KAMMI Layat KPU

Senin, 27 Mei 2019 - 00:00 WIB

Pasang Bendera Kuning Depan Kantor KPU Sukabumi, Belasan Mahasiswa KAMMI Layat KPU
Pasang Bendera Kuning Depan Kantor KPU Sukabumi, Belasan Mahasiswa KAMMI Layat KPU
Banner Dalam Artikel

Layat KPU, Kammi pasang bendera kuning // Foto : Dian Syahputra Pasi


TatarSukabumi.ID - Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi menggelar didepan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi.


Aksi dilakukangan dengan prosesi pengibaran bendera kuning tepat didepan pintu masuk kantor KPU berlangsung selama satu jam dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, Selasa (21/5/2019).


Aksi tersebut merupakan pernyataan sikap Mahasiswa atas peristiwa gugurnya ratusan aggota penyelenggara pesta demokrasi Pemilu 2019 di Indonesia.


BACA JUGA : Polisi Kerahkan 630 Personel Sekat Mobilisasi Massa Menuju Jakarta di Ruas Jalan Sukabumi - Bogor


Ketua umum KAMMI Sukabumi, Oksa Bachtiar Camsah disela aksi kepada awak media mengatakan, bentuk duka dan keprihatinan kepada petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang gugur selama proses penyelenggaraan Pemilu 2019.


"Menurut data dari KPU kota Sukabumi ada tiga orang yang meninggal dunia, baik itu dari Pamsung maupun dari KPPS. Yang jelas KAMMI prihatin atas terjadinya peristiwa itu," kata Oksa, Senin (21/5/2019).


Menurut Oksa secara personal maupun organisasi, KAMMI mengapresiasi kinerja KPU Kota Sukabumi yang telah menyikapi permasalahan meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu di Sukabumi.


BACA JUGA : Harkitnas 2019 Tingkat Kabupaten Sukabumi Bangkit Untuk Bersatu


Ditempat yang sama, Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami membenarkan puluhan petugas penyelenggara Pemilu menderita sakit dan 3 penyelenggara Pemilu Kota Sukabumi meninggal dunia.


"Untuk yang meninggal dunia anggota Pamsung 1 orang, PPS 1 orang dan KPPS satu orang, sementar untuk yang sakit 28 orang sementara yang sakit dan dirawat dirumah tidak dirujuk ke rumah sakit jumlahnya keseluruhan 35 orang di Kota Sukabumi," Sri Utami.


Masih kata Tri, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat memberikan santunan sebesar 50 juta rupiah kepada korban meninggal dunia dengan aturan korban meninggal pada kurun waktu H-7 dan H+4 pencoblosan.


"Khusus di Sukabumi tidak termasuk, (H-7 hingga H+4) sehingga tidak mendapat santunan dari Gubernur," ujar Tri.


BACA JUGA : Kapolda Jabar Himbau Warga Sukabumi Tidak Ikut People Power


Disinggung terkait proses penyaluran uang duka yang akan diberikan kepada Korban, Tri angkat bicara.


"Pemerintah daerah berjanji akan menanggung biaya pendidikan kepada 3 orang anak korban yang meninggal dunia, dan dari KPU-RI juga sudah ada SK nya nanti ada tanggungan uang duka cita untuk yang meninggal dan sakit, kita sudah berproses tinggal menunggu dari KPU," tandasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi