Header AD

Es Dawet di Sukabumi Ini Tersohor Sejak Tahun 90an, Primadona Takjil di Bulan Ramadhan

Antrian pembeli Es Dawet Legendaris Mang Dadang yanga ada sejak tahun 90'an di wilayah Ciemas Sukabumi // Foto : Rudi Imelda

Antrian pembeli Es Dawet Legendaris Mang Dadang yanga ada sejak tahun 90'an di wilayah Ciemas Sukabumi // Foto : Rudi Imelda


TatarSukabumi.ID - Bulan Ramadhan sering kita dengar istilah kata berburu Takjil.


Secara awam, istilah Takjil diartikan sebagai menu makanan atau hidangan untuk berbuka puasa, seperti kolak, kurma, es campur, cendol dan lain-lain.


Entah dari mana asal usul penempatan kata Takjil sehingga menjadi kata yang dikaitkan dengan makanan untuk berbuka puasa.


Padahal, kata Takjil disadur dari bahasa arab yang seharusnya ditulis Ta'jil bukan Takjil yang mempunya arti bersegera atau percepat.


Kata Ta'jil sama dengan pengertian Takjil berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia yakni mempercepat atau penyegeraan dalam berbuka puasa.


BACA JUGA : Lain Dulu Lain Sekarang, Perang Sarung Ekstrem di Sukabumi Pakai Batu Besi dan Gir Motor


Sehingga dipastikan kata Takjil bukan menunjukan sebuah kata benda.


Secara harfiah arti kata tersebut tidak ada hubungannya dengan makanan baik dalam bahasa arab sebagai asal kata Ta'jil maupun dalam kamus besar Bahasa Indonesia.


Namun, ungkapan Takjil sudah terlanjur lebih populer diucapkan untuk menyebut makanan atau hidangan dalam berbuka puasa.


BACA JUGA : Polisi Selidiki Uang Zakat Palsu Senilai 12,7 Juta di Sukabumi


Berbicara jenis makanan atau minuman untuk berbuka puasa yang umum dianggap sebagai Takjil salah satunya adalah minuman jenis Es Dawet.


Salah satu Pedagang Es Dawet yang melegenda di wilayah Ciemas Sukabumi adalah Mang Dadang yang kerap mangkal di bilangan Tamanjaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi.



Dibulan Ramadhan, mulai pukul 16.00 WIB gerobak Es Dawet Mang Dadang yang sudah berjualan sejak tahun 1990 selalu diserbu pembeli dari berbagai Desa di Kecamatan Ciemas dan sekitarnya.


Ratusan pembeli rela antri panjang demi mendapat Es Dawet Mang Dadang dengan alasan racikan Es Dawet mang Dadang yang nikmat dengan gula merah asli yang diracik secara tradisional.


Tidak mahal, harga Es Dawet Mang Dadang di Bulan Ramadhan 2019 /1440 H hanya dijual seharga 7 ribu rupiah.


BACA JUGA : Tim Arum Jeram Sukabumi Wakili Indonesia Juarai World Rafting Champions 2019 Australia


"Es Dawet Mang Dadang sangat tersohor legendaris sejak tahun 90'an, setiap bulan puasa ramai, yang beli antri bahkan banyak yang gak kebagian,"


"Padahal penjual Dawet itu banyak, selain enak, pedagangnya ramah, hingga menjadi buah bibir masyarakat," aku Edi warga Desa Mekarsakti Ciemas.


Dalam 1 jam berjualan, Mang Dadang bisa menghabiskan 200 hingga 300 porsi, dengan pelanggan dari berbagai Desa diantaranya Waluran, Caringinnunggal, Ciwaru, Mekarsakti, Mekarjaya, Tamanjaya dan Desa Ciracap.


Bahkan salah satu pembeli mengaku sejak zaman Sekolah Dasar hingga saat ini menjadi pelanggan Es Dawet Mang Dadang.


"Saya langganan Mang Dadang sejak Sekolah SD, SMP, sampai sekarang Saya sudah punya anak, rasanya gak berubah dari dulu," ungkap Muhammad Faizal.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Es Dawet di Sukabumi Ini Tersohor Sejak Tahun 90an, Primadona Takjil di Bulan Ramadhan Es Dawet di Sukabumi Ini Tersohor Sejak Tahun 90an, Primadona Takjil di Bulan Ramadhan Reviewed by TatarSukabumi.ID on Sabtu, Mei 18, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads