Ditetapkan Sebagai Zona Merah, Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Harus di Relokasi

Senin, 27 Mei 2019 - 00:00 WIB

Ditetapkan Sebagai Zona Merah, Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Harus di Relokasi
Ditetapkan Sebagai Zona Merah, Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Harus di Relokasi
Banner Dalam Artikel

Pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi

Pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dinyatakan sebagai wilayah zona merah, Jumat (3/5/2019).


Hal ini berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang dilakukan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Provinsi Jawa Barat pasca bencana pergerakan tanah yang terjadi 2 minggu silam.


Bencana pergerakan tanah merusak puluhan bangunan rumah, akses vital jalan serta mengakibatkan sedikitnya 354 warga dari 110 Keluarga terpaksa harus di relokasi.


BACA JUGA : Seminggu Pasca Pergerakan Tanah Nyalindung Sukabumi Puluhan Rumah Rusak Ratusan Jiwa Mengungsi


Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat ditemui TatarSukabumi.ID dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGR) di Cibadak menyatakan, Pihaknya telah mendapat hasil kajian Geologi dan rekomendasi relokasi bagi warga yang terdampak.


"Sudah keluar rekomendasi dari Geologi tinggal nanti kita musyawarahkan dan mencari tempat untuk relokasi," ujar orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami, Jumat (3/5/2019).


Masih kata Marwan, sebagai upaya penanggulangan cepat bencana Nyalindung, Pemkab Sukabumi mulai Jumat (3/5) ini mendirikan Huntara (hunian sementara) bagi warga yang terdampak pergerakan tanah.


"Secepatnga kita lakukan, untuk relokasi Huntara itu sudah direlolasikan mulai hari ini, sudah mulai peletakan batu pertama," jelas Marwan.


BACA JUGA : Ahli Vulkanologi dan Geologi Beberkan Fakta Ilmiah Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi


Ditemui ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri telah menerima rekomendasi jika wilayah tersebut ditetapkan masuk kedalam Zona Merah.


Iyos menegaskan saat ini Pemkab Sukabumi masih berproses untuk mempersiapkan areal tanah relokasi bagi hunian warga yang terdampak.


"Hari ini kami menyiapkan tanah untuk relokasi membangun Huntara,"


"Untuk relokasi itu perlu luasan tanah yang cukup, kita lihat nanti luasan perumahan yang rusak hari ini, yang jelas kalau untuk perumahan kita akan siapkan 2,5 hektare," beber Iyos Somantri.


Iyos Somantri menjelaskan hingga hari ini, penanganan kepada warga yang terdampak bencana berupa bantuan logistik, air bersih, obat obatan sudah terpenuhi dengan baik.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X