Header AD

7 Istilah Unik Lebaran di Sukabumi yang Nyaris Punah, Nomor 6 Masih Terjaga

Perang rantang ciri khas Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Perayaan hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran di sebagian wilayah Indonesia dirayakan dengan berbagai tradisi dan istilah berbeda ditiap daerah.


Inilah 7 istilah dan tradisi unik yang berhasil dirangkum TatarSukabumi.ID yang telah menjadi tradisi perayaan Lebaran di Sukabumi yang dinilai berbeda dengan tradisi di daerah lain.


BACA JUGA : Lain Dulu Lain Sekarang, Perang Sarung Ekstrem di Sukabumi Pakai Batu Besi dan Gir Motor


1. Poe Pencitan

Poe Pencitan merupakan hari pemotongan ternak, istilah poe pencitan biasanya terjadi se-hari menjelang lebaran.


Istilah ini menjadi tradisi yang dilakukan sejak turun menurun, dimana pada hari Poe Pencitan Masyarakat Sukabumi melakukan pemotongan hewan yang akan dimasak untuk dihidangkan dan menjadi menu spesial pada hari lebaran.


2. Perang Rantang

Tradisi yang melekat bagi warga Sukabumi adalah Perang Rantang, meski belakangan tradisi tersebut nyaris punah dikalangan kaum milenial.


Seperti memberi parcel, Perang Rantang merupakan tradisi saling mengantar dan berbagi makanan kepada kerabat dan saudara menggunakan rantang, didalamnya biasanya berisi Ketupat, Nasi dan hidangan makanan lainnya.


3. Nyekar

Adalah istilah menziarahi makam keluarga atau leluhur, biasanya hal ini dilakukan jelang maupun bertepatan hari Raya Idul Fitri.


Istilah nyekar diambil dari bahasa sunda dimana para peziarah melakukan tabur bunga serta melakukan penyiraman air doa diatas makam keluarga.


4. Papajar

Istilah papajar merupakan tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan sebagian besar Masyarakat Sukabumi.


Papajar merupakan tradisi untuk berwisata tahunan bersama keluarga menyambut hari kemenangan lebaran.


5. Baju Dulag

Adalah sebutan pakaian baru yang dipakai saat merayakan Lebaran, bagi anak anak yang lahir di era 80'an kebawah istilah pakaian baru yang dibeli pada perayaan lebaran kerap disebut sebagai Baju Dulag.


6. Isi makanan yang tidak sesuai dengan kalengnya

Tradisi kocak yang biasanya ditemui adalah memasukan makanan yang isinya tidak sesuai dengan kalengnya, saat bertamu kita kadang jumpai kaleng biskuit yang diisi oleh rengginang atau kerupuk.



7. Beleketek

Adalah hidangan makanan yang biasanya diracik dari sejumlah makanan usai lebaran.


Beleketek biasanya terdiri dari sambal kentang, sisa potongan daging, atau sayuran yang sengaja dipadukan (dicampur).


Hal ini biasa dilakukan untuk menjaga makanan agar tidak basi, namun hal ini justru menjadi hidangan favorit diwaktu lebaran.


BACA JUGA : Tim Arum Jeram Sukabumi Wakili Indonesia Juarai World Rafting Champions 2019 Australia


Itulah 7 Istilah dan tradisi unik yang berhasil dirangkum TatarSukabumi.ID dalam perayaan Lebaran di Sukabumi.


Beberapa istilah terdengar asing dan mulai tidak dikenal oleh kaum milenial namun istilah dan tradisi unik ini dibeberapa wilayah di Sukabumi hingga saat ini masih terjaga.(*)


Penulis : Dian Syahputra Pasi

7 Istilah Unik Lebaran di Sukabumi yang Nyaris Punah, Nomor 6 Masih Terjaga 7 Istilah Unik Lebaran di Sukabumi yang Nyaris Punah, Nomor 6 Masih Terjaga Reviewed by TatarSukabumi.ID on Selasa, Mei 28, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads