Penjelasan Kepala Desa Terkait Persoalan PT SCG Sukabumi

Selasa, 30 April 2019 - 00:00 WIB

Penjelasan Kepala Desa Terkait Persoalan PT SCG Sukabumi
Penjelasan Kepala Desa Terkait Persoalan PT SCG Sukabumi
Banner Dalam Artikel

Kades tempat berdirinya PT SCG di Sukabumi menganggapi permasalahan yang terjadi di wilayahnya


TatarSukabumi.ID - Menanggapi aksi ratusan warga Desa Sirnaresmi yang tergabung dalam Forum Warga Sirnaresmi Melawan (FWSM) didepan Perusahaan Semen asal Thailand, PT Siam Cement Grup (PT SCG) Jumat (26/4) kemarin, Kepala Desa Sirnaresmi, Rizal Indarsyah angkat bicara.


"Jadi minggu ini sedang berlangsung proses persidangan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Begara) terkait gugatan warga tentang IMB, kalau tidak salah sebelumnya dilakukan dibandung, sedangkan hari ini di SCG,"


"Karena warga tahu bahwa sedang berlangsung persidangan, mungkin ini aksi spontan warga untuk memberikan dukungan terhadap perwakilan warga, dan bukan penekanan," beber Rizal Indarsyah kepada TatarSukabumi.ID.


BACA JUGA : Giliran Warga Gelar Aksi di PT SCG Sukabumi


Kades berharap, seluruh keputusan menunggu hasil keputusan PTUN adapun mengenai aksi warganya, menurut Dia hal itu merupakan hak warganya.


"Masalah sudah masuk ranah PTUN, Kita harus tetap kawal proses ini agar 
jangan sampai nanti ada timbul masalah baru, karena bagaimanapun, pada akhirnya hasil keputusan akan diputuskan disidang bukan dijalan, kalau sekarang ada aksi itu adalah hak mereka," jelas Rizal.


Masih kata Rijal, Pemerintah Desa bila diperlukan dalam persidangan hanya sebatas saksi namun hingga saat ini Pihaknya belum menerima panggilan untuk mengikuti persidangan.


"Kami akan hadir dipersidangan, sampai sejauh ini belum ada panggilan dipersidangan, adapun proses IMB bila tidak salah tahun 2011 dan itu sudah sejak 2008, Saya baru jadi kepala desa tahun 2014, jadi prosesnya sebelum saya menjadi Kades," jelasnya.


BACA JUGA : Fenomena Lubang Raksasa di Kadudampit Sukabumi Kembali Terjadi


Lebih jauh menurut Rijal, PT SCG saat ini telah menjadi salah satu aset strategis nasional, diharapkan apabila terjadi permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah.


"Jadi sistimnya jangan menggugatlah, Kita salurkan saja apa yang menjadi keinginan dengan cara yang lain seperti diskusi, bila menggugat ya seperti ini repot proses hukumnya," tukas Rijal.


Kedepannya Rijal berharap, terjadi hubungan lebih dinamis antara masyarakat dengan Perusahaan, bila terjadi sesuatu hal dihadapi dan diselesaikan secara cepat.


"Kita jangan lagi bertanya apa dukungan masyarakat terhadap perusahaan,
buktinya sudah hampir berjalan 4 tahun dukungan terbesar dari kita, arena belum tentu diwilayah lain bisa berjalan, karena tidak mudah membuat pabrik ditengah kampung, di Indonesia mungkin hanya baru disini, coba bandingkan ditempat lain dan ini jarang terjadi,"


"Saya berani tangtang coba bangun (Perusahaan) di desa lain. Saya yakin belum tentu bisa beroperasi, tapi disini bisa berjalan," beber Rijal.


BACA JUGA : Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, 144 Jiwa Tinggal di Tenda Pengungsian


Saat dikonfirmasi harapan Pemdes Sirnaresmi terhadap kebijakan Pemkab Sukabumi, Rijal angkat bicara.


"Pemerintah Daerah bisa lebih aktif mengawasi setiap kegiatan pabrik, terutama menegaskan kepada perusahaan supaya bisa lebih peduli dengan lingkungan paling terdekat,"


"Kita harus tetap menjadi prioritas , meskipun judulnya Sukabumi, tapikan yang paling terdampak adalah lingkungan terdekat, jangan dipandang merata," tandasnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X