Header AD

BPJS Bayar Hutang Klaim Jatuh Tempo Bulan April Sebesar 11 Triliun

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi C. Falah Rakhmatiana // Foto : Dian Syahputra Pasi

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi C. Falah Rakhmatiana // Foto : Dian Syahputra Pasi


TatarSukabumi.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) menggelontorkan dana sebesar 11 triliun guna membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan di bulan April 2019.


Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar 1,1 triliun rupiah dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).


Sementara itu, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi meliputi wilayah kerja Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur terdapat 233 FKTP (puskesmas) dan 18 FKRTL (Rumah Sakit) dengan total pembayaran yang dilakukan KC Sukabumi mencapai 150 Miliar rupiah sepanjang bulan April 2019.


BACA JUGA : Curug Cipenil dan Curug Cikuda Labuh Potensi Wisata yang Masih Tersembunyi


Hal itu diungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi C. Falah Rakhmatiana, dalam konferensi press yang digelar di Kantor BPJS Sukabumi, Selasa (16/4/2019).


Masih kata Falah, terhitung hingga hari ini, atas dukungan Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan telah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out, artinya Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap maka transaksi pembayaran klaim akan diproses diawal.


BACA JUGA : Program Indonesia Terang, Pemasangan 2400 PJU Tenaga Surya di Ruas Jalan Lingkungan Desa Sukabumi


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi menjelaskan, mekanisme pembayaran rutin bulanan yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk pembayaran kapitasi FKTP dilakukan setiap tanggal 15 sementara pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.


"Kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar C. Falah Rakhmatiana, Selasa (16/4/2019).


BACA JUGA : Warga Jampang Sorot Kehadiran Capres dan Cawapres kedua Kubu di Sukabumi


Dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan maka diharapkan pihak fasilitas kesehatan (Faskes) bisa melakukan kewajiban sesuai regulasi dan pihak Rumah Sakit dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.


"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Falah.


Falah menegaskan, Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberi jaminan layanan kesehatan berkualitas, juga memberi kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.


BACA JUGA : 500 Kasus Pelanggaran Sepanjang Pemilu 2019 di Jawa Barat, 30 Kasus Ranah Pidana


Hal lain menurut Falah, apabila terjadi permasalahan, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.


"Apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Kedepannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuhnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi

BPJS Bayar Hutang Klaim Jatuh Tempo Bulan April Sebesar 11 Triliun BPJS Bayar Hutang Klaim Jatuh Tempo Bulan April Sebesar 11 Triliun Reviewed by TatarSukabumi.ID on Selasa, April 16, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads