Ahli Vulkanologi dan Geologi Beberkan Fakta Ilmiah Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi

Selasa, 30 April 2019 - 00:00 WIB

Ahli Vulkanologi dan Geologi Beberkan Fakta Ilmiah Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi
Ahli Vulkanologi dan Geologi Beberkan Fakta Ilmiah Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi
Banner Dalam Artikel

Pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi // Foto : istimewa


TatarSukabumi.ID - Pergerakan tanah yang melanda Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat cukup mencekam.


Pergerakan tanah merusak ruas jalan, bangunan rumah dan sedikitnya 115 Keluarga terancam bencana.


Hari ini, tim tanggap darurat gerakan tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Provinsi Jawa Barat melakukan pemantauan dilokasi pergerakan tanah Nyalindung, Minggu (28/4/2019).


BACA JUGA : Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, 144 Jiwa Tinggal di Tenda Pengungsian


Berikut ini merupakan hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Provinsi Jawa Barat.


Dr. Edi Mulyadi Kepala Tim tanggap darurat gerakan tanan Badan Geologi Bandung kepada TatarSukabumi.ID membeberkan hasil penelitiannya.


Dilihat dari batuannya, bagian atas 3 hingga 5 meter berupa tanah, bagian bawah merupakan komponen batuan beku yang dinamakan Breksi.


Breksi merupakan fragmen yang terkumpul pada bagian dasar lereng yang mengalami sedimentasi, selain itu fragmen juga dapat berasal dari hasil longsoran yang mengalami litifikasi.


Dibawa Breksi, terdapat batuan lain yakni lempung yang bersipat tidak tembus terhadap air, karena gravitasi dan kemiringan lereng sehingga breksi mengalami keretakan.


Dengan resapan air dari area pesawahan ditambah dengan curah hujan yang cukup ekstrem, air masuk kedalam celah sehingga terjadilah proses pergerakan tanah.


BACA JUGA : Terungkap! Lubang Raksasa Misterius di Sukabumi Akibat Awan Panas atau Sungai yang Tertutup Aktivitas Gunung Api


Masih kata Edi, pergerakan tanah juga bisa disebabkan oleh alih fungsi lahan serta penebangan pohon, Pohon seharusnya berfungsi sebagai pengikat antara breksi dengan tanah lempung yang tidak biasa ditembus air.


Lebih jauh, Badan Geologi Provinsi Jabar menilai kerawanan pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi cukup mengancam.


"Itu wilayah bahaya karena dari tanggal 22 mei hingga tanggal 16 juli itu terus bergerak, bagian bawah 22 mei bagian atas 16 juli, nah dalam periode itu sudah banyak rumah yang sudah terdampak dan akan terancam,"


"Kalau daerah yang takdirnya seperti itu ya harus direlokasi," jelas Edi, Minggu (28/4/2019).


BACA JUGA : Fenomena Lubang Raksasa di Kadudampit Sukabumi Kembali Terjadi


Saat dikonfirmasi secara keseluruhan terkait potensi bencana di wilayah Sukabumi, Edi membeberkan.


Ada berbagai jenis batuan (formasi) di Sukabumi ini, setiap formasi jenis batuannya berbeda, pergerakan tanah dipengaruhi beberapa parameter diantaranya jenis batuannya apakah licin atau terkonsolidasi padat.


Parameter lainnya adalah kemiringan lereng karena grafitasi dapat mempengaruhi setiap gerakan tanah, serta beban masa batuan.


Curah hujan juga dapat berpengaruh terhadap tutupan lahan ditambah fenomena geolagi lain misalnya gempa dan fenomena jalur patahan batuan atau sesar.


"Tidak hanya sesar utama, anak sesar juga akan berpengaruh pada pergerakan tanah," jelasnya.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X